Daftar Negara Terkaya di Dunia 2026 Versi Indeks Kesejahteraan

Pratiwi - Minggu, 26 April 2026 13:05 WIB
null

(sijori.id) - Ukuran “negara terkaya” selama ini sering dianggap identik dengan besarnya Produk Domestik Bruto (GDP). Namun, pendekatan tersebut dinilai semakin tidak relevan dalam menggambarkan kesejahteraan nyata masyarakat. Indeks terbaru yang mengukur kemakmuran secara lebih komprehensif justru menghadirkan hasil yang berbeda.

Sebuah laporan dari platform perbandingan layanan keuangan HelloSafe memperkenalkan Prosperity Index, yang menggabungkan berbagai indikator seperti pendapatan, ketimpangan, kualitas hidup, kohesi sosial, serta pembangunan jangka panjang. Hasilnya, negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis tidak masuk dalam 10 besar.

Menurut analisis tersebut, menjadi negara terkaya tidak hanya soal kemampuan menghasilkan output ekonomi besar, melainkan bagaimana kekayaan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Status negara terkaya tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi oleh sejauh mana kekayaan itu berdampak pada kehidupan sehari-hari warga,” tulis HelloSafe dalam laporannya. Untuk tahun 2026, posisi teratas ditempati oleh Norwegia.

Norwegia memimpin berkat tingginya Gross National Income (GNI) serta sistem sosial yang seimbang. Negara ini dinilai mampu mengelola kekayaan secara merata sehingga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.

Di posisi kedua terdapat Irlandia, yang memiliki pendapatan riil tinggi meski angka GDP-nya dinilai “terdistorsi” oleh aktivitas perusahaan multinasional seperti Apple, Google, dan Pfizer. Sementara Luksemburg berada di posisi ketiga, turun dari peringkat pertama sejak indeks ini pertama kali diluncurkan.

Dominasi Eropa terlihat jelas dalam daftar ini. Selain Norwegia, Irlandia, dan Luksemburg, negara seperti Islandia juga masuk lima besar berkat indikator pembangunan manusia yang kuat dan tingkat kemiskinan relatif rendah.

Namun, tidak semua negara kaya secara ekonomi mampu menempati posisi tinggi. Singapura, misalnya, mencatat skor tinggi dalam pendapatan, tetapi tertahan oleh tingkat ketimpangan yang lebih besar.

Sementara itu, Amerika Serikat berada di peringkat ke-17. Meski memiliki kekuatan ekonomi besar, tingginya ketimpangan dan angka kemiskinan relatif menjadi faktor penghambat. Prancis bahkan berada di posisi ke-20, di bawah Republik Ceko yang memiliki distribusi pendapatan lebih merata.

Indeks ini juga menyoroti negara-negara di luar Eropa. Seychelles menjadi yang teratas di Afrika, diikuti Mauritius dan Aljazair. Di Amerika Latin, Uruguay memimpin berkat tingkat kemiskinan rendah dan distribusi pendapatan yang seimbang, disusul Chile dan Panama.

Di kawasan Asia, Singapura menjadi yang tertinggi, diikuti Qatar dan Uni Emirat Arab.

Temuan ini menegaskan bahwa definisi “negara kaya” kini semakin kompleks. Tidak lagi hanya soal besarnya output ekonomi, tetapi juga bagaimana kekayaan tersebut didistribusikan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas. (*)

RELATED NEWS