DAHON Uji 40 Sepeda Lipat, Temukan Cara Bikin Lebih Kaku dan Responsif

Pratiwi - Minggu, 20 September 2026 22:25 WIB
null

(sijori.id) - Sepeda lipat kini tidak lagi menjadi kategori yang terbatas untuk pengguna tertentu. Dalam satu dekade terakhir, pilihan sepeda lipat berkembang dari model komuter dengan harga terjangkau hingga produk premium yang mengedepankan desain dan performa.

Namun, pertumbuhan pasar tersebut juga diikuti persoalan kualitas. Sejumlah sepeda lipat menghadapi masalah seperti engsel yang mulai longgar setelah digunakan, rangka yang terasa fleksibel ketika membawa beban, hingga drivetrain yang kesulitan menghadapi tanjakan.

DAHON, produsen sepeda lipat yang berdiri sejak 1982, menjadikan persoalan performa berkendara sebagai salah satu fokus pengembangan produknya.

Pertanyaan mengenai apakah sepeda lipat bisa memiliki karakter berkendara seperti sepeda jalan raya mendorong tim riset dan pengembangan DAHON melakukan pengujian terhadap lebih dari 40 sepeda dari berbagai merek.

Hasil penelitian tersebut kemudian dikembangkan menjadi DAHON-V Tech, sebuah metode pengujian dan pengembangan yang diterapkan pada jajaran sepeda lipat DAHON.

DAHON-V Tech mengukur kekakuan rangka

Menurut DAHON, DAHON-V Tech menggabungkan prinsip fisika, analisis finite element analysis (FEA) berbasis komputer, serta strain gauge untuk mengukur karakter kekakuan sepeda secara lebih terukur.

Pengujian mencakup kekakuan rangka dan seatpost, kekakuan sepeda secara keseluruhan, serta dynamic rocking test untuk melihat respons sepeda ketika menerima gaya selama dikendarai.

Pendiri sekaligus CEO DAHON, Dr. David Hon, mengatakan metode tersebut dikembangkan melalui penelitian dan pengujian yang dilakukan secara ekstensif.

"Setelah melalui penelitian yang ekstensif dan ketat, kami mengembangkan DAHON-V Tech. Metode ini dibangun berdasarkan kombinasi fisika, FEA berbasis komputer, dan strain gauge," kata David Hon.

Menurut DAHON, penerapan DAHON-V Tech bersama penggunaan DELTECH cable dan Super Downtube dapat meningkatkan kekakuan rangka hingga 33 persen.

Perusahaan juga mengklaim peningkatan tersebut dapat membantu menghasilkan peningkatan kecepatan berkendara sebesar 5-15 persen melalui transfer tenaga kayuhan yang lebih efektif. Besarnya peningkatan disebut bergantung pada berat pengendara, kondisi medan, dan ukuran roda.

Mariner HD dirancang untuk membawa beban besar

Pengembangan teknologi tersebut juga diterapkan pada produk yang menyasar kebutuhan berbeda, salah satunya Mariner Heavy Duty Series.

Seri tersebut terdiri atas Mariner HD dan Mariner XL, keduanya menggunakan roda berukuran 20 inci. DAHON menyebut kedua model tersebut mampu membawa beban hingga 330 pound atau sekitar 150 kilogram.

Rangka sepeda diuji dengan beban 50 persen lebih tinggi dibandingkan standar beban sepeda kota. Pengujian ketahanan juga dilakukan melalui 100.000 siklus tekanan untuk memvalidasi ketahanan rangka terhadap kelelahan material.

Untuk sistem penggerak, Mariner Heavy Duty Series menggunakan drivetrain Shimano 8-speed dan rem cakram. Kombinasi tersebut ditujukan untuk memberikan kendali yang konsisten ketika sepeda digunakan di lingkungan perkotaan maupun medan campuran.

Teknologi diterapkan di berbagai model

DAHON juga membawa pendekatan pengembangan yang sama pada produk dengan karakter berbeda. Salah satunya K-Feather, sepeda listrik berbobot ringan yang meraih China Cycle 2024 Gold Award.

Sementara itu, Mariner HD mendapatkan d&i Award 2026 pada Taipei Cycle Show.

Dari sepeda listrik ringan hingga sepeda lipat berkapasitas beban besar, DAHON-V Tech menjadi pendekatan DAHON untuk mengatasi salah satu tantangan utama sepeda lipat, yakni menjaga keseimbangan antara portabilitas dan kualitas berkendara.

Dengan pengujian yang berfokus pada kekakuan rangka dan respons sepeda, DAHON berupaya menjadikan performa berkendara sebagai bagian penting dalam pengembangan sepeda lipat, bukan sekadar menitikberatkan pada mekanisme pelipatan dan kemudahan dibawa. (*)

RELATED NEWS