Dealer Mobil Bekas Terbesar di Dunia Akhiri Operasi

Pratiwi - Minggu, 26 April 2026 14:01 WIB
null

LONDON (sijori.id) - Dealer mobil bekas raksasa asal Inggris, Cargiant, resmi menghentikan seluruh aktivitas ritel hari ini melalui proses managed wind-down atau penutupan bertahap. Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan bisnis selama lima dekade yang pernah mengantarkan perusahaan tersebut sebagai salah satu dealer mobil bekas paling menguntungkan di Inggris.

Perusahaan yang berbasis di lahan seluas 46 hektare di West London itu akan tetap melanjutkan penjualan stok kendaraan yang tersisa dalam beberapa minggu ke depan sebelum benar-benar berhenti beroperasi.

Pernah Jadi Dealer Mobil Bekas Terbesar di Dunia

Pada puncak kejayaannya, Cargiant dikenal sebagai supermarket mobil bekas terbesar di Inggris dengan lebih dari 5.000 unit kendaraan dalam inventori. Reputasinya bahkan diakui secara global setelah tercatat dalam Guinness World Records pada 2007 sebagai “dealer mobil terbesar di dunia”.

Perusahaan ini dimiliki oleh pengusaha asal Inggris, Geoffrey Warren, dan menjadi salah satu pemain dominan di pasar otomotif bekas London selama puluhan tahun.

500 Karyawan Terdampak PHK

Penutupan ini berdampak besar pada tenaga kerja. Sekitar 500 karyawan dilaporkan bekerja di Cargiant, dengan sebagian besar kini mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari proses penutupan operasional.

Meski demikian, perusahaan menyatakan masih mempertahankan tim layanan purna jual dan dukungan kantor untuk memastikan kewajiban kepada pelanggan tetap terpenuhi.

Tekanan Pasar dan Transisi EV Jadi Faktor Utama

Dalam pernyataan resminya, Cargiant menyebut bisnis mereka sudah tidak lagi “berkelanjutan secara komersial dalam bentuk saat ini”.

Beberapa faktor utama yang memicu penutupan antara lain:

  • Peningkatan biaya operasional
  • Kompleksitas pasar mobil bekas
  • Regulasi dan mandat kendaraan listrik (EV mandate)
  • Perubahan perilaku konsumen otomotif

Tekanan tersebut membuat model bisnis dealer skala besar seperti Cargiant semakin sulit dipertahankan di tengah transformasi industri otomotif global.

Aset Lahan Diduga Akan Dijual untuk Pengembangan

Salah satu aset terbesar perusahaan, yakni lahan strategis di West London, kini disebut-sebut akan dijual. Nilai properti tersebut diperkirakan mencapai hampir £98,8 juta pada 2025.

Rencana ini membuka kemungkinan kawasan bekas showroom raksasa itu dialihfungsikan menjadi proyek pengembangan properti baru.

Penutupan Cargiant menjadi penanda penting perubahan besar dalam industri otomotif Inggris, terutama pergeseran dari bisnis mobil konvensional menuju era kendaraan listrik dan digitalisasi pasar.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa bahkan pemain besar dengan sejarah panjang tetap harus beradaptasi cepat terhadap perubahan regulasi dan tren global. (*)

RELATED NEWS