"Di Ambang Kematian” Box Office dengan Total 3,3 Juta Penonton

Pratiwi - Senin, 20 November 2023 07:49 WIB
Press conference film Di Ambang Kematian Produksi Multivision Plus

JAKARTA (sijori.id) - PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) baru saja mengelar acara investor update di Multivision Tower pada 15 November 2023. Pionir produksi film ini membidik net profit atau laba bersih senilai Rp100 miliar pada akhir 2023.

Pada kesempatan itu, emiten produksi film besutan Raam Punjabi ini mengundang beberapa sekuritas dan mengadakan nonton bareng film “Di Ambang Kematian” yang mencetak box office dengan total 3,3 juta penonton dan masih terus bertambah.

Corporate Secretary RAAM, Sugiri mengatakan, berkat pencapaian itu, film "Di Ambang Kematian" sukses memecahkan rekor sebagai film terlaris kedua pada tahun ini. Namun, pendapatan film yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis itu masih belum tercatat dalam laporan keuangan kuartal III-2023, lantaran baru dirilis pada 28 September 2023.

“Sehingga pendapatan film ini akan tercatat pada kuartal IV-2023 dan hal ini diperkirakan akan berdampak besar terhadap pendapatan dan keuntungan perusahaan pada akhir tahun 2023,” ungkap Sugiri dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesi, pada Jumat, 17 November 2023.

Lebih lanjut, kata Sugiri, RAAM menargetkan laba bersih sebesar Rp100 miliar pada tahun 2023, didukung oleh berbagai sektor pendapatan antara lain penjualan tiket, distribusi film, penjualan hak cipta web series, dan sinetron.

Menurut Sugiri, semua sektor yang digarap RAAM itu mampu memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perseroan menjelang akhir 2023. Ia juga menyatakan, pada 2024 mendatang, RAAM akan memproduksi sekitar 13 film.

Asal tahu saja, RAAM hingga 2023 ini telah memiliki library lebih dari 15.000 jam sinetron dan lebih dari 650 judul film. Sugiri juga menyebut, RAAM telah mendapatkan pemesanan sinetron setara dengan 365 jam untuk 2024 mendatang.

Meninjau laporan keuangan kuartal III-2023, pendapatan RAAM tumbuh sebesar 2% menjadi Rp231 miliar dari periode sebelumnya Rp226 miliar, dengan mayoritas berasal dari sinetron (47%) dan film (22%). Selain itu, RAAM berhasil mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp51 miliar.
Update dan Rencana Bisnis

Sebagai sebuah pionir industri perfilman Tanah Air, RAAM terus beradaptasi dengan mengembangkan lini bisnis digitalnya dan terbaru mengakuisisi 35% saham DMS+, sebuah platform OTT yang melayani pecinta horor yang diciptakan oleh pasangan Demian Aditya dan Sarah Wijayanto. DMS+ telah menjangkau 1,3 juta pemirsa dan telah diunduh lebih dari 500.000 kali, dengan basis pengguna aktif sebanyak 278.000.

RAAM mengakui bahwa industri film telah menjadi salah satu sektor paling menarik dan dinamis dalam dunia hiburan. Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan preferensi konsumen, perusahaan film publik ini terus berupaya beradaptasi untuk tetap relevan dan menghadapi berbagai tantangan.

RAAM membanggakan diri sebagai salah satu perusahaan terbesar dalam industri ini, dengan manajemen yang telah memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun. Berdiri di bawah kepemimpinan Raam Punjabi, yang baru-baru ini meraih Lifetime Achievement Award pada Piala Citra Festival Film Indonesia 2023, menunjukkan bahwa eksistensi RAAM tidak hanya karena kontribusi signifikan terhadap perkembangan industri film dalam negeri, tetapi juga keberlanjutannya sebagai perusahaan publik yang terus berkembang di sektor film Indonesia.

Selain itu, RAAM merupakan distributor terbesar film India di Indonesia, Thailand, dan Timor Leste, menguasai pangsa pasar lebih dari 95%. Perusahaan juga mendistribusikan film Indonesia di Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Kamboja, sambil terus memperluas pasar ke Thailand dan Myanmar. Selain memproduksi film-film berkualitas, RAAM terus melakukan ekspansi dengan menambah lima bioskop baru di beberapa wilayah. (*)

Tags ambang kematianBagikan

RELATED NEWS