Dividen Jumbo 2024 Bank Mandiri

Pratiwi - Senin, 27 November 2023 21:02 WIB

Karyawati menunjukkan kartu debit ATM dengan chip di kantor cabang Bank Mandiri Edu-Branch, Pondok Indah Mall 1, Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

undefined

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI diperkirakan masih akan menjadi perbankan maupun perusahaan plat merah yang akan membagikaan pembayaran dividen jumbo terhadap para investor pada 2024 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo dalam acara Public Expose yang dihelat Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disiarkan langsung secara virtual pada Senin, 27 Oktober 2023.

Menurut Sigit, panggilan akrabnya, dalam konteks penetapan dividen sendiri, BMRI akan terus mempertimbangkan tingkat permodalan yang sehat dan optimal sebagai upaya mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

“Selama 4 tahun terakhir, BMRI membagian dividen payout ratio sebesar 60%, kami secara internal telah melakukan sensitivity analyst, di mana BMRI mempertahankan rasio dividen di level itu dengan menjaga permodalan yang optimal pertumbuhan bisnis,” jelas Sigit dikutip Senin, 27 November 2023.

Sigit mencotohkan bahwa pada tahun buku 2022 lalu, BMRI membagikan dividen tunai sebesar Rp24,7 triliun atau 60% dari laba bersih periode tersebut. Mengacu data tersebut, maka para investor mampu mengenggam keuntungan Rp523,34 per saham.

Di samping itu, pada tahun buku 2022 juga, dividen yield yang dibayarkan perseroan mencapai 5,3%, dan capital gain dari saham BMRI mencapai 41,3%. Artinya, total shareholder return BMRI mencapai 46,6% selama tahun 2022.

“Di masa mendatang, kami berkomitmen untuk menjaga konsistensi dalam Bank Mandiri Grup guna meningkatkan nilai inti bagi para pemegang saham,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, sepanjang kuartal III-2023 Bank Mandiri berhasil meraup laba bersih Rp39,1 triliun. Laba bersih tersebut mengalami kenaikan 27,4% secara tahunan (year on year (yoy).

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan dari sisi intermediasi, perseroan telah menyalurkan kredit secara konsolidasi sebesar Rp1.315,92 triliun pada September 2023. Nominal tersebut juga tumbuh 12,71 yoy dibandingkan periode sama tahun lalu, Rp1.167,51 triliun.

“Dalam mendorong pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah. Terutama dengan mendorong sektor yang prospektif di setiap wilayah,” ujarnya pada 30 Oktober 2023 lalu.

Sementara itu, dari total aset konsolidasi Bank Mandiri juga mampu menembus Rp2.007 triliun per September 2023. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 9,11% secara tahunan dibandingkan tahun lalu.

Di sisi lain, total dana pihak ketiga (DPK) secara kolektif Bank Mandiri tumbuh positif 6,6% yoy dari Rp1.361,3 triliun pada September 2022 menjadi Rp1.451,7 triliun di akhir September 2023.

Asal tahu saja, pertumbuhan DPK Bank Mandiri itu mayoritas ditopang oleh total dana murah yang mampu mencapai angka Rp1.070 triliun. Alhasil, nominal tersebut mengalami kenaikan 12,8% secara tahunan. (*)

Tags Bank MandiriBagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌