Ekspor Timah Solder ke India, Sinyal Kuat Hilirisasi Batam

Pratiwi - Kamis, 19 Maret 2026 13:38 WIB
null

BATAM (sijori,id) — Ekspor perdana timah solder ke India dari kawasan industri Batam dinilai menjadi sinyal nyata bergulirnya hilirisasi industri di daerah tersebut. Aktivitas ekspor ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan produksi, tetapi juga menandai integrasi Batam dalam rantai pasok manufaktur global.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) di Kawasan Industri Tunas Prima, Nongsa, Kamis (12/3/2026), disaksikan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis.

Fary menegaskan, arah kebijakan investasi Batam kini difokuskan pada sektor yang menghasilkan nilai tambah, bukan sekadar pembangunan fasilitas industri.

“Investasi harus bergerak sampai tahap produksi dan ekspor. Di situlah nilai tambah tercipta dan ekonomi daerah benar-benar bergerak,” ujarnya.

Menurut dia, pergeseran rantai pasok global akibat dinamika geopolitik membuka peluang bagi Batam untuk mengambil peran lebih besar sebagai basis produksi alternatif di kawasan Asia Tenggara. Namun, peluang itu hanya bisa dimanfaatkan jika investasi mampu bertransformasi menjadi output industri.

Secara data, ekonomi Batam menunjukkan penguatan. Pada triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 7,49 persen (year-on-year), melampaui rata-rata nasional. Kinerja ini ditopang sektor industri pengolahan, logistik, dan perdagangan yang terus ekspansif.

Dari sisi industri, produk timah solder merupakan komponen vital dalam manufaktur elektronik, terutama untuk penyambungan komponen pada papan sirkuit. Permintaan global yang relatif stabil menjadikan produk ini sebagai salah satu penopang penting dalam rantai produksi perangkat elektronik, mulai dari perangkat rumah tangga hingga industri teknologi tinggi.

Direktur STANIA, An Sadiano, menyebut kepastian regulasi dan dukungan kelembagaan menjadi faktor kunci keberhasilan investasi mereka hingga tahap ekspor.

“Dukungan BP Batam memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk berproduksi dan memperluas pasar. Ini penting dalam industri yang sangat bergantung pada efisiensi dan kepastian logistik,” katanya.

Berbeda dari investasi berbasis komoditas mentah, industri hilir seperti pengolahan timah memberikan nilai tambah lebih besar, baik dari sisi ekspor maupun penciptaan lapangan kerja. Selain itu, aktivitas produksi juga mendorong tumbuhnya ekosistem industri pendukung.

Secara geografis, Batam memiliki posisi strategis karena berada di jalur perdagangan internasional dan berdekatan dengan Singapura. Didukung kawasan industri yang telah matang serta konektivitas pelabuhan, Batam dinilai memiliki daya saing kuat untuk menarik relokasi industri global.

BP Batam memandang, konsistensi mendorong hilirisasi akan menjadi faktor penentu dalam menjaga pertumbuhan jangka panjang. Di tengah persaingan kawasan yang semakin ketat, investasi yang menghasilkan produk jadi dan menembus pasar ekspor dinilai lebih berkelanjutan dibanding investasi yang berhenti di tahap awal.

Ekspor solder ke India ini pun menjadi penanda bahwa Batam tidak hanya menjadi lokasi investasi, tetapi mulai berfungsi sebagai pusat produksi yang aktif dalam jaringan industri global. (*)

RELATED NEWS