Eni Putuskan Investasi Final Proyek Gas Geng North–Gendalo di Kaltim

Pratiwi - Senin, 23 Maret 2026 10:20 WIB
null

JAKARTA (sijori.id) – Perusahaan energi asal Italia, Eni, resmi mengambil keputusan investasi final (final investment decision/FID) untuk pengembangan proyek gas Geng North serta Gendalo-Gendang yang berlokasi di lepas pantai Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, tepatnya di Selat Makassar.

Keputusan strategis ini diumumkan setelah proyek tersebut memperoleh persetujuan pada 2024, menandai percepatan pengembangan portofolio gas laut dalam Eni di Indonesia. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menilai capaian ini sebagai tonggak penting dalam menjaga momentum investasi energi di kawasan Asia Tenggara.

Secara teknis, pengembangan lapangan Gendalo-Gendang akan mencakup pengeboran tujuh sumur produksi. Sementara itu, sebanyak 16 sumur tambahan direncanakan untuk wilayah Geng North dan Gehem. Skema ini mencerminkan pendekatan terintegrasi dalam eksplorasi dan produksi gas laut dalam yang membutuhkan teknologi tinggi serta investasi jangka panjang.

CEO Eni, Claudio Descalzi, menegaskan bahwa keputusan investasi ini mencerminkan eratnya kerja sama antara perusahaan dengan pemerintah Indonesia. Ia menyebut proyek tersebut akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan gas dan LNG guna mendukung kebutuhan energi jangka panjang nasional.

Dari sisi kapasitas produksi, kedua proyek ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2029 dengan puncak produksi mencapai sekitar 2 miliar kaki kubik standar per hari (bscfd) gas alam, serta sekitar 90.000 barel kondensat per hari. Angka ini menempatkan proyek tersebut sebagai salah satu pengembangan gas laut dalam terbesar di Indonesia dalam dekade ini.

Dalam implementasinya, proyek akan dikelola melalui perusahaan patungan antara Eni dan perusahaan energi nasional Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas). Kolaborasi lintas negara ini dinilai memperkuat kapasitas teknis dan finansial dalam pengembangan proyek energi berskala besar.

Secara makro, langkah investasi ini dinilai sejalan dengan upaya Indonesia dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya gas domestik, khususnya dari wilayah laut dalam yang selama ini belum tergarap maksimal. (*)

RELATED NEWS