Festival Puisi Esai 2025 Ajak Suarakan Luka Lingkungan

Pratiwi - Sabtu, 27 Desember 2025 22:02 WIB
null

JAKARTA (sijori.id) - Kerusakan lingkungan dan luka sosial kerap berlangsung dalam senyap. Hutan menyusut, tanah kehilangan daya hidup, sementara manusia sering kali hanya menjadi penonton. Padahal, luka—baik pada alam maupun masyarakat—tidak semestinya dibiarkan tanpa suara.

Di tengah situasi itu, puisi esai hadir sebagai medium kesaksian. Melalui kata-kata yang berpijak pada fakta, empati, dan keberanian moral, genre ini menawarkan cara untuk kembali mencintai bumi sekaligus menyuarakan kegelisahan sosial.

Semangat itulah yang diusung Festival Puisi Esai ke-3 Tahun 2025, sebuah ajang terbuka bagi publik untuk mengekspresikan duka, harapan, dan kepedulian terhadap lingkungan serta persoalan sosial.

Festival ini mengangkat tema besar “Kembali Mencintai Bumi Setelah Sumatra Menangis”, dengan empat kategori lomba, yakni:

  1. Lomba Membaca Puisi Esai bertema cinta lingkungan hidup.
  2. Lomba Menulis Puisi Esai bertema mencintai bumi setelah Sumatra menangis.
  3. Lomba Menulis Esai bertema relevansi puisi esai sebagai medium penyuarakan luka sosial.
  4. Program Lima Puluh Puisi Esai edisi enam bahasa.

Ajang ini terbuka untuk umum dengan total hadiah mencapai Rp 185 juta. Pendaftaran dan pengiriman karya dibuka hingga 25 Januari 2026, tanpa biaya pendaftaran.

Melalui festival ini, penyelenggara mengajak masyarakat menjadikan kata sebagai saksi dan puisi esai sebagai suara bagi mereka yang kerap tak terdengar. Sebab, dalam situasi tertentu, diam justru menjadi pilihan yang paling menyakitkan.

Informasi lengkap dan pendaftaran dapat diakses melalui tautan:
https://linktr.ee/festivalpuisiesai3

Narahubung:
Erika (0853-5342-7038)
Zuzu (0859-3234-61661)
Anggun (0858-1009-6594)
Sekretariat (0813-1007-113)

Media Sosial:
Facebook, Instagram, Threads, TikTok, YouTube: Denny JA-Foundation
Email: sekretariat@puisiesai.info

Editor: Pratiwi

RELATED NEWS