Gagas Perluas CNG di Yogya, Marugame Udon Jadi Pelanggan Baru

Pratiwi - Rabu, 23 September 2026 14:20 WIB
null

(sijori.id) - PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, memperluas pemanfaatan gas bumi melalui skema Compressed Natural Gas (CNG) point-to-point bagi pelaku usaha di Yogyakarta.

Salah satu pelanggan baru yang menggunakan CNG adalah Marugame Udon Kaliurang, Yogyakarta. Pemanfaatan gas bumi di outlet tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan dan masih memasuki tahap penyesuaian operasional.

Supervisor Marugame Udon Kaliurang Yogyakarta, Dedi Sugianto, mengatakan penggunaan CNG menjadi pengalaman baru bagi outlet tersebut. Pemanfaatan gas bumi dilakukan berdasarkan rekomendasi kantor pusat sebagai salah satu alternatif energi untuk mendukung kebutuhan operasional.

“Pemakaian CNG di outlet kami sudah berjalan sekitar dua bulan dan saat ini masih dalam tahap penyesuaian. Sejak awal penggunaan, kami mendapat pendampingan dari Gagas sehingga lebih mudah beradaptasi. Api yang dihasilkan juga stabil dan lebih biru,” ujar Dedi.

Saat ini, Marugame Udon Kaliurang menggunakan sekitar 1.000 meter kubik (m³) gas bumi per bulan. Pasokan tersebut disalurkan melalui tujuh CNG cylinder.

Selain pasokan gas bumi, pelanggan juga mendapatkan dukungan teknis dan pemeliharaan dari Gagas. Layanan tersebut mencakup instalasi, penyesuaian peralatan, pemantauan pasokan, pengisian ulang atau refill, cleaning, hingga maintenance.

Dedi mengatakan pendampingan teknis menjadi salah satu perbedaan yang dirasakan dibandingkan penggunaan energi sebelumnya.

“Kalau energi sebelumnya tidak ada servis dan perawatan. Dengan CNG, instalasi dan perawatan didampingi Gagas, jadi kami lebih mudah dalam penggunaannya,” ujarnya.

Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara, Miranti Dyah Pramesti, mengatakan pendampingan pada tahap awal pemanfaatan CNG menjadi bagian penting untuk membantu pelanggan menyesuaikan penggunaan gas bumi dengan kebutuhan operasional.

“Marugame Udon merupakan pelanggan baru CNG Gagas. Kami berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan secara optimal sejak awal penggunaan. Kami ingin memastikan pelanggan merasa nyaman menggunakan gas bumi dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan dalam kegiatan operasionalnya,” ujar Miranti.

Menurut Miranti, Gagas melakukan pengecekan secara berkala terhadap instalasi dan ketersediaan pasokan. Refill juga dilakukan sebelum persediaan gas habis untuk menjaga keberlangsungan operasional pelanggan.

“Apabila terdapat kendala pada instalasi maupun penggunaan CNG, tim Gagas siap melakukan tindak lanjut agar operasional pelanggan tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.

Miranti menambahkan, kebutuhan energi setiap pelanggan dapat berbeda. Karena itu, pengalaman selama mendampingi pelanggan menjadi bagian dari evaluasi Gagas untuk meningkatkan kualitas layanan CNG point-to-point.

“Pengalaman dari setiap pelanggan menjadi masukan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Hal ini juga menjadi modal bagi Gagas untuk memperluas pemanfaatan CNG point-to-point kepada pelaku usaha lainnya yang membutuhkan akses gas bumi di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa,” katanya.

Skema CNG point-to-point memungkinkan gas bumi disalurkan kepada pelanggan di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa. Melalui skema tersebut, PGN bersama Gagas memperluas akses pemanfaatan gas bumi dengan pola pasokan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Bagi sektor usaha seperti restoran, ketersediaan energi yang stabil menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari. Penggunaan CNG menjadi salah satu pilihan pasokan gas bumi yang dapat diterapkan pada pelanggan di luar jangkauan jaringan pipa. (*)

Tags GagasBagikan

RELATED NEWS