Gen X vs Baby Boomers: Menikmati Masa Pensiun
(sijori.id)– Cara mempersiapkan masa pensiun terus berubah seiring pergantian generasi. Jika generasi Baby Boomers cenderung memanfaatkan masa pensiun untuk mencoba hobi baru, Generasi X (Gen X) justru memilih kembali menekuni aktivitas yang pernah mereka sukai di masa muda.
Pandangan tersebut diungkapkan Benjamin Brandt, seorang Certified Financial Planner yang telah hampir dua dekade membantu masyarakat menyusun rencana pensiun. Melalui kanal YouTube Even Better Retirement, Brandt menjelaskan bahwa perbedaan pendekatan kedua generasi itu cukup mencolok.
Menurutnya, Baby Boomers cenderung "retire forward", sedangkan Gen X memilih "retire backward".
Baby Boomers Mengejar Impian yang Belum Pernah Dilakukan
Brandt mengatakan banyak klien dari kalangan Baby Boomers menjawab pertanyaan tentang rencana pensiun dengan daftar aktivitas yang selama ini belum sempat mereka lakukan karena kesibukan bekerja.
Beberapa di antaranya ingin menghabiskan waktu berkebun, bermain golf beberapa kali dalam sepekan, hingga membuat furnitur di garasi rumah.
Menurut Brandt, pendekatan tersebut berarti mereka membangun masa pensiun berdasarkan harapan terhadap aktivitas yang belum pernah dijalani secara rutin.
"Baby Boomers pensiun untuk mengejar aktivitas yang selama ini mereka impikan tetapi belum sempat dilakukan," ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa strategi tersebut mengandung risiko karena didasarkan pada asumsi bahwa aktivitas yang dibayangkan akan tetap menyenangkan ketika dijalani setiap hari.
Dalam praktiknya, tidak sedikit pensiunan yang kemudian merasa bosan setelah beberapa waktu menjalani hobi tersebut.
Gen X Memilih Kembali ke Hobi Lama
Berbeda dengan Baby Boomers, Gen X justru memanfaatkan pengalaman masa lalu sebagai dasar merancang kehidupan setelah pensiun.
Brandt menilai pendekatan ini lebih realistis karena didasarkan pada aktivitas yang memang sudah terbukti mereka nikmati.
Ia mencontohkan sejumlah kliennya yang berencana menghidupkan kembali band musik lama, kembali bermain skateboard, hingga menggelar turnamen permainan kartu Magic: The Gathering saat memasuki masa pensiun.
Menurutnya, dalam beberapa tahun mendatang akan semakin banyak orang dari Generasi X yang kembali menekuni hobi populer era 1980-an dan 1990-an.
Pendekatan ini dinilai lebih aman karena tidak bergantung pada perkiraan, melainkan pengalaman nyata yang telah terbukti memberikan kepuasan.
Perbedaan Dipengaruhi Kondisi Ekonomi
Brandt menilai perbedaan pola pikir tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang dialami masing-masing generasi.
Baby Boomers merupakan generasi pertama yang menikmati masa pensiun dengan durasi relatif panjang. Sebagian besar masih memiliki dana pensiun dari perusahaan atau skema pensiun tradisional sehingga memiliki kepastian pendapatan setelah berhenti bekerja.
Sementara itu, Gen X tumbuh dalam kondisi yang berbeda. Banyak dari mereka mengandalkan tabungan investasi pribadi sebagai sumber dana pensiun sehingga harus lebih cermat dalam mengelola keuangan.
Kondisi tersebut membuat Gen X memiliki ruang kesalahan yang lebih kecil sehingga mereka cenderung menyusun rencana pensiun secara lebih matang dan berdasarkan pengalaman yang sudah terbukti menyenangkan.
Merancang Pensiun yang Lebih Bermakna
Brandt menilai tidak ada pendekatan yang sepenuhnya benar atau salah. Namun, ia menyarankan agar siapa pun yang sedang merencanakan masa pensiun tidak hanya berfokus pada kondisi keuangan, tetapi juga memikirkan bagaimana mengisi waktu secara bermakna.
Menghidupkan kembali hobi lama, mempererat hubungan sosial, atau kembali menjalani aktivitas yang pernah memberikan kebahagiaan dinilai dapat membantu menciptakan masa pensiun yang lebih memuaskan dan berkelanjutan, tanpa harus bergantung pada ekspektasi yang belum tentu sesuai dengan kenyataan. (*)
