Gubernur Kepri Luncurkan Empat Titik Retribusi Labuh Jangkar
TANJUNGPINANG (sijori.id) - Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad, foku mendapatkan pemasukan sektor labuh jangkar.
Kekuatan keungan inilah yang akan dijadikan modal membangun Kepri.
Untuk meraih mimpi itu diadakan Rapat Koordinasi Bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di Aula Wan Sri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (9/3/2021).
Pada kesempatan ini Gubernur meluncurkan Pungutan Perdana Jasa Labuh/Parkir Penerimaan Daerah.
“Kami akan terus memanfaatkan semua potensi yang ada di wilayah ini. Namun, hal ini hanya bisa kami lakukan kalau mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Karena itu, terima kasih dan berharap Kemenko Marves, Kementerian Perhubungan, dan jajaran lainnya yang terkait di laut terus memberikan dukungan bagi kemajuan Kepri,” kata Gubernur saat itu.
Turut hadir Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Safri Burhanuddin; Staf Ahli Menko Bidang Manajemen Konektivitas, Sahat Manaor Panggabean; para Asisten Deputi Kemenko Marves, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kepri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, serta instansi vertikal.
Pemprov Kepri sudah berkali-kali melakukan koordinasi. Mulanya ada 18 titik, akhirnya dengan bantuan Kemenko Marves ditetapkan kawasan-kawasan potensi jasa labuh jangkar ini jadi 6 titik potensial.
Setelah melalui diskusi dan didukung legal advisor dari Kejaksaan Tinggi Kepri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kepri, serta pihak-pihak lainnya, akhirnya pekan lalu diluncurkan pungutan retribusi ini khusus di kawasan perairan Pulau Galang.
“Hari ini (kemarin, red), empat lokasi kita luncurkan pungutan perdana labuh jangkar," ujar Gubernur.
Empat titik itu ialah
- Pulau Nipah
- Kabil Selat Riau
- Tanjung Berakit
- Perairan Karimun
Menurut Gubernur, ini adalah usaha ekstensifikasi sumber pungutan baru bagi pendapatan asli daerah. Dari titik Pulau Nipah dan Galang saja Pemprov memiliki hitungan estimasi PAD dari sektor parkir kapal ini ialah sekira 1.974.543 GT/bulan atau 65.818 GT/hari.
Dalam bentuk rupiah akan mendapat Rp 42 juta per hari atau Rp 1,3 miliar per bulan atau Rp 15 miliar lebih per tahun.
Dengan tambahan empat titik yang baru diluncurkan, Gubernu Kepri optimis target 1 juta GT per tahun tercapai.
"Sehingga per hari kita mendapatkan pendapatan Rp 700 juta. Dengan begitu, 1 tahun kita bisa memperoleh pendapatan retribusi plus minus Rp 200 miliar,” kata Gubernur Kepri. (*)
