HarbourFront Centre Singapura Tutup 27 Juli 2026, Terminal Feri Batam Pindah
SINGAPURA (sijori.id) – HarbourFront Centre, salah satu pusat perbelanjaan sekaligus lokasi terminal feri internasional yang ikonik di Singapura, akan resmi menghentikan operasionalnya pada 27 Juli 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan manajemen HarbourFront Centre melalui media sosial pada 19 Juni. Seiring dengan penutupan itu, operasional terminal internasional yang selama ini berada di dalam gedung HarbourFront Centre akan dipindahkan ke lokasi baru mulai 15 Juli 2026.
Terminal baru yang dikelola Singapore Cruise Centre berlokasi di 5 HarbourFront Avenue, hanya sekitar 70 meter dari terminal lama.
Operator Batam Fast Ferry akan menjadi perusahaan pertama yang beroperasi dari terminal baru mulai 7 Juli. Selanjutnya, seluruh operator feri dan layanan kapal pesiar internasional akan berpindah secara penuh pada 15 Juli.
Rute Batam dan Karimun Tetap Beroperasi Normal
Singapore Cruise Centre memastikan relokasi terminal tidak akan memengaruhi layanan penumpang.
Seluruh rute, jadwal keberangkatan, serta tujuan pelayaran tetap beroperasi seperti biasa. Begitu pula dengan lokasi dermaga feri dan kapal pesiar yang tidak mengalami perubahan.
Layanan feri menuju sejumlah destinasi di Indonesia seperti Batam Centre, Harbour Bay, Sekupang, Tanjung Balai Karimun, Gold Coast, dan Pulau Nirup tetap berjalan normal setelah perpindahan terminal.
Terminal internasional HarbourFront Centre sendiri telah melayani penumpang sejak 1992 dan menjadi salah satu gerbang utama perjalanan laut antara Singapura dan Kepulauan Riau.
Akan Dibangun Gedung Baru 33 Lantai
Rencana penutupan HarbourFront Centre sebenarnya telah diumumkan sejak Oktober 2025 oleh pemilik gedung, perusahaan properti Mapletree Investments.
Kawasan tersebut akan direvitalisasi menjadi kompleks mixed-use modern yang menggabungkan fungsi perkantoran, ritel, dan ruang terbuka hijau.
Proyek baru itu akan menghadirkan gedung setinggi 33 lantai dengan total luas sekitar 123.000 meter persegi. Salah satu daya tarik utamanya adalah taman layang seluas 13.000 meter persegi yang terhubung dengan kawasan promenade tepi laut baru.
Pengembangan tersebut juga akan dilengkapi fasilitas parkir sepeda dan sarana pendukung bagi pengguna transportasi ramah lingkungan sebagai bagian dari pengembangan kawasan Greater Southern Waterfront.
Dari World Trade Centre Menjadi HarbourFront Centre
HarbourFront Centre memiliki sejarah panjang dalam perkembangan kawasan pelabuhan Singapura. Gedung ini dibuka pada 2003 setelah menjalani proyek redevelopmen senilai 30 juta dolar Singapura terhadap bangunan sebelumnya, yaitu World Trade Centre yang berdiri sejak 1978.
Setelah lebih dari dua dekade beroperasi sebagai pusat perdagangan, perbelanjaan, dan transportasi laut internasional, HarbourFront Centre kini memasuki babak baru melalui proyek pembangunan kembali yang ditargetkan selesai pada paruh pertama 2031.
Bagi masyarakat Batam, Bintan, Karimun, dan wilayah Kepulauan Riau yang rutin menggunakan layanan feri menuju Singapura, perpindahan terminal ini tidak akan mengubah rute maupun jadwal perjalanan. Penumpang hanya perlu memperhatikan lokasi terminal baru yang berada tidak jauh dari bangunan lama. (*)
