Hasilkan Jutaan Dolar dari Pesawat Pensiun

Pratiwi - Kamis, 16 April 2026 11:31 WIB
null

(sijori.id) - Pada industri penerbangan, pesawat yang sudah tidak lagi beroperasi bukan berarti kehilangan nilai ekonominya. Sebaliknya, pesawat pensiun justru dapat menjadi sumber pendapatan signifikan bagi maskapai, bahkan hingga puluhan juta dolar AS.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana pengelolaan aset di sektor aviasi dilakukan secara efisien dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan setiap komponen pesawat secara maksimal.

Mesin Jadi Sumber Nilai Utama

Salah satu komponen paling berharga dari pesawat adalah mesin. Pada pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747, mesin menjadi bagian pertama yang biasanya dilepas setelah pesawat dipensiunkan.

Mesin pesawat memiliki nilai tinggi karena permintaannya besar di pasar perawatan dan perbaikan (maintenance, repair, and overhaul/MRO). Bahkan, tidak jarang mesin sudah “dipesan” sebelum pesawat benar-benar berhenti beroperasi, baik untuk keperluan overhaul maupun sebagai cadangan.

Pesawat besar umumnya memiliki hingga empat mesin. Nilai dari komponen ini saja sudah dapat menghasilkan jutaan dolar.

Avionik dan Sistem Navigasi Bernilai Tinggi

Selain mesin, komponen avionik juga menjadi sumber pendapatan penting. Perangkat seperti sistem navigasi, komunikasi, dan unit kontrol akan diperiksa satu per satu.

Jika masih layak pakai, komponen tersebut akan masuk kembali ke pasar suku cadang bekas. Dalam satu pesawat besar, jumlah unit avionik bisa mencapai lebih dari 40 komponen. Dengan nilai rata-rata sekitar 8.000 dolar AS per unit, totalnya menjadi angka yang signifikan.

Strategi Penyimpanan di “Kuburan Pesawat”

Tidak semua maskapai langsung membongkar pesawat yang sudah pensiun. Sebagian memilih menyimpannya di area khusus yang dikenal sebagai “aircraft graveyard”.

Salah satu lokasi terkenal berada di Arizona, Amerika Serikat. Wilayah ini memiliki iklim kering dengan tingkat kelembapan rendah, sehingga meminimalkan risiko korosi. Dalam kondisi tersebut, pesawat dapat disimpan selama puluhan tahun.

Ketika diperlukan, komponen pesawat akan diambil secara bertahap untuk digunakan kembali pada armada yang masih aktif.

Aset Lama, Nilai Baru

Praktik ini menegaskan bahwa pesawat yang telah pensiun bukan sekadar barang rongsokan. Dengan pengelolaan yang tepat, setiap bagian pesawat tetap memiliki nilai ekonomi.

Di tengah tingginya biaya operasional industri penerbangan, strategi pemanfaatan kembali komponen ini menjadi salah satu cara maskapai menjaga efisiensi sekaligus membuka sumber pendapatan baru. (*)

Tags airlineBagikan

RELATED NEWS