Hikmah di Balik Anjuran Nabi ﷺ untuk Tidak Minum Sambil Berdiri

Pratiwi - Selasa, 11 November 2025 11:15 WIB
ilustrasi / unsplash

(sijori.id) - Pernahkah kita bertanya, mengapa Nabi Muhammad ﷺ menganjurkan untuk tidak minum sambil berdiri? Ternyata, anjuran tersebut kini mendapat penjelasan ilmiah modern.

Dalam hadis riwayat Muslim, Anas bin Malik menyebut bahwa Rasulullah ﷺ melarang minum sambil berdiri. Secara medis, posisi tubuh saat minum memang berpengaruh pada cara tubuh memproses cairan.

Ketika seseorang minum dalam posisi berdiri, air turun dengan cepat ke kerongkongan dan langsung menekan dinding lambung. Proses ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, kembung ringan, hingga refleks akibat tekanan mendadak di perut. Selain itu, ginjal juga menerima aliran cairan secara tiba-tiba, yang bisa mengubah keseimbangan plasma dan elektrolit untuk sementara waktu.

Sebaliknya, ketika minum sambil duduk, tubuh berada dalam kondisi lebih rileks. Diafragma dan otot perut mengendur, sementara sistem saraf parasimpatis—yang berperan dalam fungsi “istirahat dan cerna”—aktif. Detak jantung melambat, air masuk ke lambung dengan lembut, dan proses hidrasi berlangsung lebih seimbang. Ginjal pun bekerja lebih stabil dalam menyaring cairan dan menjaga keseimbangan elektrolit.

Dengan demikian, anjuran Nabi ﷺ untuk duduk saat minum bukan sekadar etika, tetapi juga mengandung hikmah biologis. Empat belas abad sebelum ilmu fisiologi modern memahaminya, Rasulullah ﷺ telah mencontohkan kebiasaan yang menyehatkan tubuh sekaligus menumbuhkan ketenangan dan rasa syukur.

Jadi, ketika hendak minum, duduklah sejenak. Itu bukan hanya sunnah—itu juga bentuk perhatian pada tubuh dan jiwa. (*)

Editor: Pratiwi

RELATED NEWS