Indonesia Ingin Swasembada Gula pada 2024

Pratiwi - Kamis, 13 Juli 2023 21:56 WIB
Ilustrasi gula.

JAKARTA (sijori.id) - Konsumsi gula Nasional saat ini sebesar 3,2 juta ton per tahun. Sementara pabrik gula dalam negeri baru mampu menyediakan hingga sekitar 2,4 juta ton.

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula tercipta pada tahun 2024. Demi memenuhi ambisi tersebut, pemerintah masih butuh tambahan 850 ribu ton gula per tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, masih perlu tambahan sekitar 850 ribu ton untuk mencapai swasembada gula.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mendorong percepatan swasembada gula dengan melakukann ekstensifikasi dan intensifikasi perkebunan tebu. “Hal ini untuk mengembangkan tebu rakyat Nasional,” ujar Mentan dikutip dari Antara, Kamis 13 Juli 2023.

Adapun kebutuhan guna mendukung program tersebut yaitu meliputi ketersediaan lahan tebu seluas hampir 509.608 hektare pada Maret 2023. Lahan seluas itu diperkirakan dapat menghasilkan produksi gula mencapai 37.463.341 ton.

“Upaya ini sejalan instruksi Presiden Joko Widodo terkait perlunya hilirisasi pangan,” imbuh Mentan.

Pada Rabu 12 Juli 2023, Kementan turut menggelar panen dan tanam tebu di Desa Sidamulya, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan itu menjadi satu rangkaian dengan peresmian dan pembukaan kembali Pabrik Gula (PG) Sindang Laut setelah beberapa tahun vakum produksi.

Peningkatan Produksi

Pada musim giling tahun 2022 lalu diketahui terdapat peningkatan produksi sebanyak 2,1% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi gula pada tahun 2022 mencapai 2,4 juta ton, sedangkan pada 2021 hanya 2,3 juta ton. Seluruh produksi gula berasal dari pabrik gula di dalam negeri.

Adapun kebutuhan gula Nasional mencapai 3,2 juta ton per tahun sehingga masih butuh tambahan produksi 850 ribu ton per tahun untuk mencapai swasembada. Pada tahun ini, Ditjen Perkebunan Kementan telah melakukan alokasi program peningkatan produksi dan produktivitas berupa intensifikasi seluas 4.700 hektare yang terdiri dari Satker Pusat seluas 4.350 Ha dan 350 hektare di satker Daerah (Provinsi).

Program tersebut turut memberikan bantuan pada petani tebu. Bantuan tersebut berupa upuk Majemuk sebanyak 300 kg/ hektare, Pembenah Tanah 8 liter/ hektare, dan pupuk Silika 5 kg/ hektare. (*)

Tags GulaBagikan

RELATED NEWS