Indonesia Komit Mempercepat Transisi Energi

Pratiwi - Minggu, 13 November 2022 22:45 WIB
null

JAKARTA (sijori.id) - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, Indonesia berkomitmen dalam mempercepat transisi energi demi mencapai target net zero emission pada 2060.

Luhut mengatakan, target tersebut sangat mungkin dicapai mengingat potensi energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki Indonesia cukup besar yaitu mencapai 437 gigawatt (GW). Apalagi potensi investasi energi terbarukan sekitar US$700 miliar atau setara dengan Rp10,8 kuadriliun.

"Darmawan (Direktur Utama PLN) mengingatkan kami bahwa hingga 2060 potensi investasi energi terbarukan sekitar US$700 miliar setara dengan Rp10,8 kuadriliun," ungkap Luhut dalam BNEF Summit di Nusa Dua, Bali, dikutip Minggu, 13 November 2022

Dengan besarnya potensi EBT yang dimiliki Indonesia, Luhut melihat adanya peluang kerja sama bagi seluruh negara untuk bersama menurunkan emisi karbon.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya turut mendorong penuh komitmen untuk melaksanakan transisi energi.

Darmawan mengaku, dalam agenda transisi energi, selain gencar membangun pembangkit berbasis EBT, PLN juga mendorong ekosistem kendaraan listrik sehingga bisa menurunkan angka ketergantungan energi fosil di tengah tantangan target net zero emision dan krisis energi.

Tak hanya itu, dalam jangka pendek penggunaan gas alam merupakan salah satu strategi penting dalam transisi energi selain pada pengembangan EBT.

Sementara untuk jangka panjang, PLN fokus pada pengembangan energi terbarukan skala besar yang dikombinasikan dengan penyimpanan energi dan interkoneksi.

Hingga saat ini PLN sudah berhasil menghapus 13 GW pembangkit listrik batu bara dalam fase perencanaan. Artinya ada pengurangan CO2 emisi sebesar 1,8 miliar ton selama 25 tahun.

Selain itu, PLN juga sudah mengubah perencanaan pembangunan pembangkit batubara sebesar 1,1 GW menjadi berbasis energi bersih dan 880 MW pembangkit batu bara yang dikonversi menjadi berbasis gas. (*)

Tags emisiBagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌