Indonesia Undang Pabrikan Amerika untuk Bangun Pabrik Batere di Jateng

Pratiwi - Minggu, 13 Desember 2020 21:46 WIB
ilustrasi mobil listrik undefined

sijori.id - Indonesia menyadari memiliki deposit tembaga, nikel, dan timah terbesar di dunia. Indonesia tertarik untuk mengembangkan rantai pasokan penuh nikel di dalam negeri, terutama untuk mengekstraksi bahan kimia baterai, membuat baterai, dan akhirnya membangun EV (kendaraan listrik).

Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, mengatakan kepada Reuters bulan lalu bahwa ada "peluang yang sangat bagus" bagi perusahaan yang ingin berinvestasi dalam pengolahan nikel di Indonesia.

Indonesia pun melirik pendiri Tesla, Elon Musk.

Gayung bersambut, Musk bermaksud mengirim tim ke Indonesia pada Januari untuk mempelajari rencana kemitraan.

Indonesia menawari Tesla untuk membangun pabrik di Jawa Tengah.

Musk mengatakan dia berencana untuk menawarkan "kontrak raksasa untuk jangka waktu yang lama" selama nikel ditambang "secara efisien dan dengan cara yang sensitif terhadap lingkungan".

Tidak itu saja, Indonesia pun menawari SpaceX untuk menilai kemungkinan mendirikan situs peluncuran roket. (*)

Bagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌