Inggris Siapkan Jet Baru untuk Red Arrows, Gantikan Hawk
(sijori.id) - Pemerintah Inggris mengumumkan akan menghadirkan pesawat jet baru bagi tim aerobatik legendaris Red Arrows sebagai bagian dari peningkatan belanja pertahanan senilai 15 miliar pound sterling. Langkah ini sekaligus menandai dimulainya proses penggantian armada BAE Hawk yang telah digunakan sejak dekade 1980-an.
Komitmen tersebut tertuang dalam Defence Investment Plan (DIP) atau Rencana Investasi Pertahanan Inggris. Kementerian Pertahanan (MoD) mengalokasikan dana sebesar 360 juta pound sterling untuk mengembangkan British Jet Trainer System, sistem pesawat latih generasi baru yang nantinya juga akan menjadi armada baru Red Arrows.
Keputusan ini muncul setelah Red Arrows mengumumkan pada bulan lalu bahwa mereka akan tampil dengan jumlah pesawat yang lebih sedikit dalam sebagian besar pertunjukan udara. Kebijakan tersebut diambil untuk memperpanjang usia operasional pesawat Hawk yang kini telah berusia lebih dari empat dekade.
Mantan pilot Red Arrows, Andy Wyatt, menyambut positif pengumuman tersebut. Menurutnya, keputusan pemerintah memberikan kepastian yang selama ini dinantikan terkait masa depan armada Red Arrows.
"Ini memberikan kepastian yang sangat dibutuhkan bahwa proses penggantian pesawat Hawk akhirnya benar-benar berjalan," ujar Wyatt.
Ia berharap pemerintah tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan operasional Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF), tetapi juga memberikan perhatian terhadap industri dirgantara dalam negeri.
"Pesawat yang nantinya membawa asap merah, putih, dan biru khas Red Arrows selama beberapa dekade ke depan harus menjadi simbol kemampuan terbaik Inggris dalam merancang, membangun, dan mendukung industri penerbangannya," katanya.
Investasi Besar untuk Modernisasi RAF
Selain pengadaan pesawat latih baru, Defence Investment Plan juga mengalokasikan 1,1 miliar pound sterling untuk meningkatkan kemampuan pesawat tempur Eurofighter Typhoon yang berpangkalan di RAF Coningsby, Lincolnshire.
Pemerintah Inggris juga berencana mempercepat investasi pada teknologi pesawat nirawak (drone) sebagai bagian dari modernisasi kekuatan udara nasional.
Di sisi lain, rencana tersebut juga mencakup penghentian lebih awal operasional pesawat pengintai Shadow R1 yang selama ini berbasis di RAF Waddington.
Pemerintah Akui Harus Ambil Keputusan Sulit
Menteri Pertahanan Inggris, Dan Jarvis, mengatakan peningkatan investasi pertahanan mengharuskan pemerintah mengambil sejumlah keputusan sulit terkait pengelolaan anggaran.
Dalam keterangannya di hadapan House of Commons, Jarvis menjelaskan bahwa seluruh kementerian diminta menyumbangkan sekitar 1 persen dari anggaran belanja modal masing-masing mulai tahun ini untuk mendukung pendanaan program pertahanan.
Namun, kebijakan tersebut mendapat kritik dari oposisi. Juru bicara pertahanan dari Partai Konservatif, James Cartlidge, menilai rencana pemerintah belum cukup ambisius.
Menurut Cartlidge, program investasi tersebut datang terlambat dan masih belum memadai untuk menjawab tantangan pertahanan yang dihadapi Inggris saat ini. (*)
