Inilah Gereja Tertua di Singapura

Pratiwi - Sabtu, 17 Januari 2026 12:55 WIB
foto: ST PHOTO: BRIAN TEO

SINGAPURA (sijori.id) — Bangunan utama Orchard Road Presbyterian Church yang berusia 148 tahun diusulkan untuk ditetapkan sebagai bangunan konservasi. Usulan tersebut dipublikasikan oleh Urban Redevelopment Authority (URA) pada 9 Januari, di tengah proyek pembaruan kawasan gereja di Orchard Road.

Bangunan utama yang menampung ruang ibadah gereja itu rampung pada 1878 dan merupakan struktur tertua di lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi di 3 Orchard Road. Di kompleks yang sama berdiri sebuah kapel yang dibangun pada 1953 serta Gedung Dunman yang berdiri pada 1985 dan digunakan sebagai kantor, ruang pertemuan, dan kelas.

Dalam keterangan resminya, URA menyatakan bahwa usulan konservasi tersebut merupakan pengakuan atas nilai sejarah dan signifikansi arsitektur bangunan tersebut. Jika ditetapkan sebagai bangunan konservasi, gedung itu tidak dapat dibongkar, dan setiap pekerjaan renovasi wajib mengikuti pedoman pelestarian fitur arsitektural pentingnya.

Orchard Road Presbyterian Church didirikan pada 1856 untuk melayani komunitas Skotlandia di Singapura. Ibadah pertama digelar di kapel London Missionary Society di persimpangan North Bridge Road dan Bras Basah Road. Gereja ini memperoleh lokasi saat ini pada Mei 1865, sementara kegiatan ibadah dipindahkan ke bangunan utama pada November 1878, ketika gereja tersebut masih dikenal sebagai Presbyterian Church.

Bangunan utama telah mengalami sejumlah perluasan, termasuk pada 1975, dan terakhir kali direstorasi pada 1985. Para penatua gereja, Alvin Ooi dan Gabriel Tan, menyatakan bahwa rencana konservasi ini bertepatan dengan peringatan 170 tahun gereja pada 2026 dan menjadi bagian dari upaya merawat warisan iman bagi generasi mendatang.

Menurut mereka, gedung tersebut menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Singapura, mulai dari pendudukan Jepang, masa Konfrontasi, hingga perkembangan Orchard Road sebagai kawasan komersial utama. Saat ini, bangunan itu melayani sekitar 1.000 jemaat dari berbagai kongregasi, termasuk Inggris, Indonesia, Tionghoa, dan jemaat Protestan berbahasa Jerman.

Sejak Oktober 2025, kegiatan ibadah dipindahkan sementara ke Suntec Singapore Convention and Exhibition Centre guna mendukung proyek pembaruan kawasan gereja. Pekerjaan tersebut diperkirakan rampung pada November 2027.

Proyek yang masih menunggu persetujuan otoritas itu mencakup restorasi bangunan utama, penguatan lereng belakang kompleks, serta pembangunan ulang Gedung Dunman menjadi bangunan lima lantai yang 40 persen lebih besar. Selain itu, Tomlinson Hall—perluasan ruang ibadah yang pertama kali dibangun pada 1920 dan dibongkar pada 2002—akan dibangun kembali. Total biaya proyek diperkirakan mencapai S$42,8 juta.

Arsitek konservasi Yeo Kang Shua menyebut bangunan utama gereja tersebut bergaya neo-klasik dengan ciri arsitektur neo-Renaisans Italia abad ke-19, termasuk jendela Palladian di bawah kubahnya. Ia menilai bangunan itu memiliki nilai historis tinggi sebagai salah satu gedung tertua yang terkait dengan denominasi Presbiterian di Singapura.

Hingga kini, Singapura telah menetapkan lebih dari 7.200 bangunan dan struktur sebagai cagar budaya di lebih dari 100 kawasan. (*)

RELATED NEWS