Jarak Pandang Tertutup Asap? Jangan Asal Gas, Ini Tips Aman Berkendara

Pratiwi - Rabu, 07 Oktober 2026 15:56 WIB
null

(sijori.id) – Berkendara saat asap tebal menyelimuti jalan bukan cuma bikin mata kurang nyaman. Jarak pandang yang menurun juga bisa membuat pengendara terlambat melihat kendaraan lain, lubang, tikungan, hingga kondisi jalan di depan.

Karena itu, saat jalan mulai berkabut asap, jangan buru-buru tancap gas. Kecepatan perlu dikurangi, jarak dengan kendaraan lain diperlebar, dan kewaspadaan ditingkatkan.

Kalau perjalanannya tidak mendesak, menunda keberangkatan sampai kondisi membaik tentu menjadi pilihan paling aman.

Namun, jika tetap harus berangkat, beberapa hal berikut wajib diperhatikan.

Cek Motor dan Perlengkapan Sebelum Berangkat

Sebelum keluar rumah, pastikan perlengkapan berkendara sudah lengkap. Gunakan helm dengan visor tertutup untuk melindungi wajah dan mata.

Masker juga bisa digunakan sebagai perlindungan tambahan, terutama ketika kualitas udara sedang buruk.

Jangan lupa cek kondisi visor. Pastikan bersih dan tidak buram. Visor yang kotor ditambah asap tebal bisa membuat pandangan semakin sulit.

Motor juga jangan asal dibawa jalan. Periksa ban, rem, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, hingga kondisi mesin.

Sebelum berangkat, ada baiknya cek juga informasi kualitas udara, cuaca, jarak pandang, dan kondisi lalu lintas di jalur yang akan dilewati.

Kurangi Kecepatan, Jangan Kejar Waktu

Saat asap mulai mengganggu pandangan, kecepatan motor harus disesuaikan.

Prinsipnya sederhana: kalau pandangan makin pendek, kecepatan juga harus makin pelan.

Jangan lupa beri jarak lebih jauh dengan kendaraan di depan. Jarak ekstra ini penting untuk memberi waktu bereaksi jika kendaraan di depan tiba-tiba mengerem atau ada sesuatu yang muncul dari balik asap.

Hindari pula manuver mendadak. Berkendaralah dengan gerakan yang lebih halus dan fokuskan perhatian ke kondisi jalan.

Lampu utama juga harus menyala dan dipastikan berfungsi dengan baik. Tujuannya bukan hanya membantu melihat jalan, tetapi juga membuat keberadaan motor lebih mudah dikenali pengendara lain.

Asap Makin Tebal? Jangan Sok Kuat

Ini bagian yang paling penting.

Kalau asap semakin pekat sampai jarak pandang sangat terbatas, jangan memaksakan diri terus berkendara.

Kurangi kecepatan secara perlahan, nyalakan lampu utama, lalu cari tempat yang aman untuk berhenti.

Tapi jangan asal menepi. Hindari berhenti di lokasi yang justru membahayakan, terutama di bahu jalan yang ramai atau area dengan jarak pandang buruk.

Cari tempat yang lebih aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Daniel Aria Sulistya Nugroho mengatakan kondisi lingkungan dengan jarak pandang terbatas membutuhkan kewaspadaan ekstra dari pengendara.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman,” ujar Daniel.

Menurut Daniel, menunda perjalanan juga menjadi pilihan jika perjalanan tidak mendesak dan kondisi belum aman.

“Tetap Cari Aman saat berkendara,” katanya.

Jangan Lupa Cek Motor Setelah Dipakai

Urusan keselamatan tidak selesai begitu sampai tujuan.

Setelah motor digunakan dalam kondisi udara yang buruk dalam waktu cukup lama, pengendara sebaiknya kembali mengecek kondisi kendaraan.

Perhatikan apakah ada perubahan pada performa motor, sistem pengereman, ban, lampu, atau komponen lainnya.

Jika menemukan gangguan atau performa kendaraan terasa berbeda, pemeriksaan bisa dilakukan di AHASS terdekat.

Intinya, berkendara saat kondisi penuh asap memang membutuhkan perhatian ekstra. Jangan sampai mengejar waktu justru membuat perjalanan menjadi berisiko.

Kalau pandangan sudah tidak memungkinkan, menepi dan menunggu kondisi membaik jauh lebih baik daripada memaksakan diri. (*)

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌