Jeju Air Stop Sementara Rute Incheon–Batam
BATAM (sijori.id) – Bandara Internasional Hang Nadim Batam kehilangan salah satu konektivitas internasionalnya. Maskapai asal Korea Selatan, Jeju Air, memutuskan menghentikan sementara penerbangan langsung rute Batam (BTH)–Incheon (ICN) mulai 1 Juni hingga 24 Oktober 2026.
Keputusan tersebut menjadi perhatian karena rute Incheon–Batam sebelumnya digadang-gadang sebagai pintu baru yang membuka akses wisatawan Korea Selatan ke Kepulauan Riau sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari Jeju Air terkait penghentian sementara operasional penerbangan tersebut.
“Informasi dari pihak maskapai tidak menyebutkan adanya kendala pasokan bahan bakar sebagaimana isu yang sempat beredar,” ujarnya.
Menurut Annang, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis maskapai dalam menghadapi tantangan industri penerbangan global. Berbagai faktor menjadi pertimbangan, mulai dari dinamika permintaan pasar, efisiensi jaringan penerbangan, kenaikan biaya operasional, fluktuasi harga avtur, nilai tukar mata uang, kondisi geopolitik, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara.
“Maskapai secara berkala melakukan evaluasi terhadap rute yang dilayani guna menjaga keberlanjutan usaha dan efisiensi operasional,” tambahnya.
Saat pertama kali dibuka pada Oktober 2024, rute Incheon–Batam disambut dengan optimisme tinggi. Penerbangan perdana Jeju Air mendarat di Bandara Hang Nadim pada 17 Oktober 2024 sekitar pukul 02.38 WIB setelah menempuh perjalanan selama 6,5 jam dari Korea Selatan.
Saat itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyebut penerbangan langsung tersebut sebagai layanan yang telah lama dinantikan. Setelah menunggu hampir dua tahun, akhirnya Batam berhasil terhubung langsung dengan salah satu kota internasional terpenting di Asia Timur.
Kehadiran rute tersebut juga menjadi pencapaian tersendiri bagi Indonesia. Batam tercatat sebagai kota ketiga di Indonesia yang memiliki penerbangan langsung dari Korea Selatan setelah Jakarta dan Bali.
Pada masa awal operasionalnya, Jeju Air melayani rute Incheon–Batam sebanyak tiga kali dalam sepekan. Frekuensi penerbangan kemudian direncanakan meningkat menjadi empat kali dalam sepekan seiring meningkatnya permintaan pasar.
Penerbangan perdana saat itu mengangkut 68 penumpang yang datang menggunakan visa kunjungan 30 hari. PT BIB bahkan mendorong pembentukan pusat layanan visa di Batam untuk mempermudah masyarakat yang ingin bepergian ke Korea Selatan tanpa harus mengurus dokumen melalui Jakarta.
Operasional rute ini juga didukung kerja sama antara Jeju Air dan Lion Air. Jeju Air bertindak sebagai operator penerbangan, sementara Lion Air menjadi mitra pemasaran sehingga tiket dapat diakses melalui jaringan penjualan yang lebih luas.
Meski kini dihentikan sementara, PT BIB berharap konektivitas penerbangan internasional Batam dapat terus berkembang. Saat ini, Bandara Hang Nadim masih melayani dua rute internasional aktif, yakni Kuala Lumpur, Malaysia, dan Jeddah, Arab Saudi.
PT BIB menegaskan akan terus berupaya membuka peluang rute internasional baru guna mendukung sektor pariwisata, investasi, dan pertumbuhan ekonomi Batam serta Kepulauan Riau.
(*)
