Jembatan Batang Lupar, Jembatan Sungai Terpanjang di Malaysia

Pratiwi - Minggu, 24 Mei 2026 21:04 WIB
null

MALAYSIA (sijori.id) - Pemerintah negara bagian Sarawak, Malaysia, resmi membuka Jembatan Batang Lupar No. 1 sepanjang 4,8 kilometer untuk lalu lintas umum. Infrastruktur ini langsung mencatat sejarah baru sebagai jembatan penyeberangan sungai terpanjang di Malaysia.

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh Sungai Johor Bridge yang memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer.

Proyek Strategis Penghubung Sebuyau–Maludam

Jembatan baru ini menghubungkan wilayah Sebuyau dan Maludam, dengan konstruksi yang dimulai pada Maret 2021.

Proyek ini menjadi bagian dari transformasi infrastruktur besar Sarawak melalui program Coastal Road Network dan Second Trunk Road Programme, yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah pesisir dan kota-kota utama di negara bagian tersebut.

Nilai Investasi Rp848 Miliar

Pembangunan jembatan ini menelan biaya sekitar RM848,75 juta. Proyek tersebut dikerjakan melalui kerja sama joint venture antara Perbena Emas Sdn Bhd—anak usaha Pansar Bhd—dan China Railway Major Bridge Engineering Group Co Ltd.

Kehadiran proyek ini memperkuat kolaborasi infrastruktur antara Malaysia dan mitra konstruksi internasional dalam pembangunan kawasan strategis.

Gantikan Layanan Feri Puluhan Tahun

Gubernur Sarawak, Abang Johari Openg, menyatakan bahwa jembatan ini akan mempermudah mobilitas masyarakat dan menghilangkan waktu tunggu panjang yang selama ini terjadi pada layanan feri.

Ia menegaskan bahwa masyarakat kini tidak lagi perlu menunggu feri untuk menyeberang, termasuk saat musim mudik dan perayaan besar seperti Hari Raya Haji dan Gawai Dayak.

Seiring beroperasinya jembatan ini, layanan feri Sebuyau–Triso resmi dihentikan setelah puluhan tahun menjadi satu-satunya akses penyeberangan warga.

Dampak Ekonomi dan Konektivitas

Dengan beroperasinya Jembatan Batang Lupar No. 1, akses transportasi di wilayah pesisir Sarawak diperkirakan akan semakin lancar. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mempercepat distribusi barang, serta memperkuat integrasi antarwilayah di negara bagian tersebut.

Proyek ini juga menjadi bagian penting dari upaya Sarawak meningkatkan kualitas infrastruktur dasar sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. (*)

RELATED NEWS