Jepang Patahkan Mitos Panel Surya Harus Datar
(sijori.id) - Selama lebih dari satu abad, panel surya selalu identik dengan bentuk datar. Namun Jepang kembali mematahkan pakem lama itu. Perusahaan teknologi Kyosemi berhasil membuktikan bahwa panel surya tak harus berbentuk lempengan. Lewat inovasi bernama Sphelar®, sel surya justru dirancang berbentuk bola.
Sejarah panel surya bermula pada 1883 ketika Charles Fritts mengembangkan sel fotovoltaik dari selenium berlapis logam tipis. Temuan itu brilian pada masanya, tetapi menghasilkan panel yang kaku dan hanya optimal menangkap cahaya dari satu arah.
Pendiri Kyosemi, Nakata, kemudian mempertanyakan satu hal mendasar: mengapa panel surya harus selalu datar? Dari rasa ingin tahu itu, lahirlah gagasan membuat sel surya berbentuk bola yang mampu menangkap cahaya dari berbagai arah.
Uji laboratorium menunjukkan sinar matahari datang dari hampir semua sudut, bukan hanya satu arah lurus. Bentuk bola dinilai lebih ideal untuk menyerap energi secara maksimal dibanding panel datar.
Riset tersebut mendapat dukungan penuh di Jepang. Japan Microgravity Center (JAMIC) bahkan dibentuk dengan memanfaatkan bekas tambang yang diubah menjadi fasilitas riset. Di lokasi itu terdapat terowongan vertikal sedalam 710 meter yang memungkinkan eksperimen kondisi mikrogravitasi.
Melalui kerja sama Kyosemi dan JAMIC, silikon dilelehkan dalam kapsul vakum lalu dijatuhkan dari ketinggian 500 meter. Kondisi tanpa bobot sesaat memungkinkan silikon membentuk struktur bulat yang lebih halus saat mengkristal kembali.
Tantangan berikutnya adalah membentuk sambungan P-N pada permukaan melengkung. Berbekal keahlian opto-semikonduktor, insinyur Kyosemi akhirnya berhasil menciptakan prototipe sel surya berbentuk bola yang dapat menghasilkan listrik ketika dirangkai.
Hasil ini menegaskan bahwa panel surya tidak harus datar. Sphelar® mampu menangkap energi matahari dari berbagai arah sekaligus, membuka perspektif baru dalam teknologi energi terbarukan.
Perjalanan Sphelar® tidak instan. Setelah riset awal menunjukkan hasil menjanjikan, Kyosemi mendirikan laboratorium mikrogravitasi sendiri pada 1998 dan mulai mendistribusikan panel contoh ke industri. Meski sempat diragukan, konsep sel surya berbentuk bola perlahan diterima.
Inovasi ini menjadikan Jepang sebagai negara pertama yang berhasil mewujudkan panel surya berbentuk bola. Lewat keberanian mempertanyakan pakem lama, Kyosemi dan Nakata mengubah cara dunia memandang energi surya dan membuka babak baru teknologi terbarukan. (*)
