Jepang Tawarkan Frigat Mogami dan Kapal Selam ke Indonesia

Pratiwi - Sabtu, 16 Mei 2026 07:13 WIB
null

JEPANG (sijori.id) - Jepang menawarkan frigat kelas Mogami dan kapal selam kepada Indonesia sebagai bagian dari upaya memperdalam kerja sama keamanan kedua negara di tengah dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali pada 11 April mengonfirmasi bahwa Jepang mengajukan penawaran frigat Mogami dan kapal selam kepada Indonesia.

Menurut Ali, penawaran tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin.

“Masih dalam tahap pembahasan dan kajian oleh Kementerian Pertahanan,” ujar Ali. Ia menambahkan keputusan akhir terkait akuisisi akan ditentukan oleh Kementerian Pertahanan RI.

Penawaran itu muncul setelah Koizumi melakukan kunjungan ke Indonesia pada 3–4 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, Jepang dan Indonesia menandatangani Defence Cooperation Arrangement atau pengaturan kerja sama pertahanan baru.

Kesepakatan itu mencakup kemitraan peralatan dan teknologi pertahanan yang ditujukan untuk memperkuat kemampuan penangkalan maritim kedua negara.

Dalam penandatanganan kerja sama tersebut, Koizumi menjelaskan keputusan Tokyo yang baru-baru ini melonggarkan aturan ekspor persenjataan Jepang. Sementara itu, Sjafrie menyatakan Indonesia siap menjajaki kerja sama praktis dalam kerangka kebijakan transfer alutsista terbaru Jepang.

Kebijakan baru Jepang kini memungkinkan ekspor peralatan militer mematikan, termasuk kapal perang dan rudal, kepada negara mitra yang telah memiliki perjanjian kerja sama teknologi pertahanan dengan Tokyo, termasuk Indonesia.

Frigat Mogami Sudah Beberapa Kali Dipromosikan ke Indonesia

Laporan mengenai potensi penjualan frigat Mogami ke Indonesia sebenarnya telah beredar sejak 2021, ketika Jakarta dan Tokyo menandatangani Agreement on the Transfer of Defence Equipment and Technology.

Sejak saat itu, Jepang secara aktif memperkenalkan desain kapal perang tersebut kepada pejabat militer dan pemerintah Indonesia.

Setidaknya dua frigat kelas Mogami telah melakukan kunjungan pelabuhan ke Indonesia, yakni JS Kumano (FFM-2) pada 2023 dan JS Yahagi (FFM-5) pada 2025.

Selain itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan KSAL Laksamana Muhammad Ali juga sempat menaiki JS Kumano saat melakukan kunjungan terpisah ke Yokosuka, Jepang, pada 2025.

Langkah tersebut dinilai menunjukkan keseriusan Jepang dalam memasarkan desain frigat Mogami kepada Indonesia.

Indonesia Tertarik Kapal Selam Bekas Kelas Oyashio

Untuk penawaran kapal selam, belum ada pernyataan resmi mengenai tipe yang ditawarkan Jepang.

Namun, Indonesia disebut telah menyampaikan minat untuk memperoleh kapal selam bekas kelas Oyashio.

Saat berkunjung ke Yokosuka, Laksamana Muhammad Ali diketahui menaiki JS Narushio (SS-595), kapal selam keenam dari kelas Oyashio.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menaiki kapal selam kelas Taigei, JS Jingei (SS-515).

Frigat Mogami Makin Dilirik Dunia

Minat internasional terhadap frigat kelas Mogami terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Agustus 2025, Australia memilih versi peningkatan Mogami sebagai platform utama program frigat serbaguna masa depan Angkatan Laut Australia.

Selain itu, Selandia Baru juga mempertimbangkan desain Mogami untuk kebutuhan frigat masa depan mereka, bersaing dengan desain Type 31 asal Inggris.

Ketertarikan terhadap frigat Jepang itu bahkan mulai meluas ke Amerika Serikat. Pentagon dilaporkan meminta Angkatan Laut AS mempelajari galangan kapal dan desain kapal perang Jepang serta Korea Selatan untuk kebutuhan modernisasi armada di masa depan. (*)

RELATED NEWS