Kalajengking Keluar dari Sarang 500 Warga Tersengat

Pratiwi - Kamis, 18 November 2021 22:32 WIB
null

ASWAN (sijori.id) – Kalajengking yang keluar dari sarang bawah tanahnya karena badai telah menyengat lebih dari 500 warga di provinsi Aswan, Mesir Selatan.

Badai hujan es dan banjir yang melanda wilayah itu membuat kalajengking mengungsi dari liang mereka dan membawa mereka ke lingkungan masyarakat sekitar, menurut organisasi berita asal Mesir, Mada.

Badai juga menghancurkan bangunan, menyapu jalanan, menumbangkan pepohonan, dan memutus aliran listrik di beberapa bagian Aswan, menurut Mada.

Ratusan warga yang tersengat dilarikan ke rumah sakit, bahkan tiga dari mereka meninggal pada 13 November. Namun, menurut Gubernur Aswan, Mayor Jenderal Ashraf Attiya dan Pelaksana Tugas Menteri Kesehatan membantah bahwa kematian tersebut disebabkan oleh sengatan kalajengking, lapor Mada.

“Orang-orang yang tersengat kalajengking mengatakan gejalanya adalah rasa sakit yang parah, demam, berkeringat, muntah-muntah, diare, tremor otot, dan kepala berkedut,” menurut laporan Al Jazeera. Pemerintah provinsi Aswan mendistribusikan lebih dari 3.000 dosis serum anti racun, sebagai perawatan bagi orang-orang yang terluka di rumah sakit dan klinik setempat sekaligus bersiap untuk insiden di masa yang akan datang, kata juru bicara Kementrian Kesehatan, Khaled Megahed dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Facebook pada 13 November.

Menurut laporan para ilmuwan dalam Al Azhar Bulletin of Science pada 2017, diperkirakan ada 31 spesies kalajengking yang hidup di Mesir. Di antara spesies-spesies itu, terdapat kalajengking ekor gemuk dalam genus Androctonus yang dianggap sebagai kalajengking paling mematikan di Dunia, dan kalajengking deathstalker (Leiurus quinquestriatus) yang sering dijumpai di Aswan dan menyengat puluhan orang setiap tahunnya, menurut The New York Times. Setiap tahunnya, sekitar 5.000 orang di seluruh dunia meninggal karena sengatan kalajengking, menurut laporan dalam jurnal Clinical Neurotoxicology pada tahun 2009.

Walaupun 'banjir' kalajengking terdengar seperti wabah yang berasal dari kitab agama, cuaca ekstrem di Aswan yang melepaskan kalajengking dapat dijelaskan secara modern: perubahan iklim, kata direktur Pusat Analisa dan Prakiraan Cuaca di Otoritas Meteorologi Mesir, Mahmoud Shaheen, kepada portal berita Mesir, Masrawy.

Tags kalajengkingmesirBagikan

RELATED NEWS