Kapal Listrik Terbesar Dunia Jalani Uji Laut Perdana
AUSTRALIA (sijori.id) - Kapal bertenaga baterai terbesar di dunia buatan galangan kapal Incat, Tasmania, Australia, memulai uji coba laut perdana di Sungai Derwent, Hobart, pada Jumat waktu setempat. Kapal berkode Hull 096 itu mencatat sejarah sebagai kapal listrik murni berukuran dan berkapasitas terbesar yang mampu bergerak dengan tenaga sendiri.
Feri sepanjang 130 meter tersebut dirancang mengangkut hingga 2.100 penumpang dan sekitar 225 kendaraan. Sistem penggeraknya ditopang lebih dari 5.000 unit baterai dengan bobot total sekitar 260 ton. Namun, sekali pengisian daya hanya cukup untuk pengoperasian sekitar 90 menit.
Uji coba pelabuhan ini menjadi bagian dari rangkaian pengujian dan komisioning menjelang pengiriman kapal ke Amerika Selatan. Nantinya, Hull 096 akan diberi nama China Zorrilla, diambil dari nama aktris dan tokoh teater Uruguay yang wafat pada 2014.
Kapal tersebut akan dioperasikan oleh Buquebus, operator feri yang melayani rute Montevideo, Uruguay, dan Buenos Aires, Argentina, melintasi Rio de la Plata. Dengan jarak sekitar 30 mil laut, feri dijadwalkan beroperasi hingga tiga kali sehari dengan waktu tempuh sedikit di atas satu jam—masih dalam jangkauan kapasitas baterai.
Meski demikian, kapal ini tidak dapat menempuh perjalanan lintas samudra secara mandiri seperti feri diesel. Untuk itu, Incat akan menggunakan kapal heavy-lift berukuran sangat besar untuk memindahkan Hull 096 dari Hobart ke Amerika Selatan. Manajer humas dan urusan korporat Incat, Tom Cooper, menyebut kapal pengangkut tersebut “bergargantua” dan hanya ada beberapa unit yang beroperasi di dunia.
Kapal heavy-lift itu diperkirakan tiba di Hobart pada Februari atau Maret, bergantung pada rampungnya uji coba laut. Proses pemindahan akan dilakukan dengan pengamanan ketat dan penetapan zona eksklusi di Sungai Derwent, melibatkan otoritas maritim setempat dan nasional.
Perjalanan menuju Amerika Selatan diperkirakan memakan waktu sekitar 28 hari. Sebelum itu, Hull 096 masih akan menjalani serangkaian uji coba lanjutan, termasuk pengujian sistem kendali, manuver, dan kecepatan. Incat memperkirakan kapal mampu melaju hingga lebih dari 25 knot dalam uji kecepatan.
Pembangunan kapal ini memakan waktu lebih dari dua tahun. Menurut Cooper, momen ketika kapal mulai bergerak dari dermaga disambut rasa lega sekaligus kebanggaan oleh para pekerja Incat. “Inilah yang ditunggu industri maritim global—melihat kapal ini akhirnya bergerak,” ujarnya. (*)
