Kapal Perang China Bantu Nelayan Filipina di LCS
(sijori.id) - Kapal perang Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy) China memberikan bantuan kemanusiaan kepada seorang nelayan Filipina yang mengalami kesulitan di Laut China Selatan, Kamis (waktu setempat).
Berdasarkan foto dan video yang diperoleh Global Times, kapal perang China bernomor lambung 174 mendapati sebuah perahu nelayan kecil saat menjalankan patroli rutin sekitar tengah hari. Seorang pria di atas perahu terlihat melambaikan papan putih ke arah kapal perang, memberi isyarat minta tolong sambil menunjukkan kondisi fisik yang melemah.
Setelah mendekat, awak kapal mendapati tulisan “Help me” pada papan tersebut. Kapal perang kemudian mengubah haluan dan menurunkan perahu kecil untuk memeriksa kondisi di lapangan.
Nelayan itu mengaku berangkat dari Subic, Filipina. Mesin perahunya rusak, membuat ia terombang-ambing di laut selama tiga hari tiga malam tanpa makanan dan air minum.
Pelaut China memberikan air minum kemasan dan biskuit kepada nelayan tersebut. Mereka juga menyampaikan bahwa pihak Penjaga Pantai Filipina (PCG) akan dihubungi untuk memberikan bantuan lanjutan.
Rekaman video menunjukkan nelayan itu berulang kali menyatukan kedua tangannya dan mengucapkan terima kasih dalam bahasa Inggris. Awak kapal China menenangkannya dan memastikan persediaan makanan serta air mencukupi, sembari memberi tahu bahwa koordinat lokasi telah disampaikan kepada otoritas Filipina.
Melalui radio VHF, kapal perang China kemudian menghubungi kapal PCG nomor 4408, menyampaikan posisi nelayan serta informasi bahwa bantuan awal telah diberikan. PCG merespons dengan menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti evakuasi.
Seorang pakar maritim China menilai bantuan semacam ini bukan hal luar biasa di Laut China Selatan. Menurutnya, aparat maritim dan angkatan laut China secara rutin memberikan pertolongan kepada kapal nelayan Filipina sebagai bagian dari pelaksanaan konvensi internasional dan layanan publik maritim.
Peneliti dari National Institute for South China Sea Studies, Chen Xiangmiao, menyebut peningkatan kemampuan pencarian dan penyelamatan China membuat bantuan lintas negara di kawasan tersebut menjadi praktik jangka panjang.
Ia juga menyinggung program “New Hero-Fisherfolk” yang diluncurkan Filipina sejak Juni lalu, yang mendorong nelayan beroperasi lebih jauh. Namun, banyak kapal dinilai belum siap untuk pelayaran jarak jauh, sehingga risiko kecelakaan meningkat.
“Bagi China, penyelamatan kapal yang mengalami kesulitan adalah murni tindakan kemanusiaan dan layanan publik, terlepas dari konteks politik apa pun,” ujar Chen.
Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. PLA Daily mencatat kapal perang China bernomor lambung 630 pernah mengevakuasi nelayan Filipina yang terluka parah akibat baling-baling kapal di perairan Ren’ai Jiao. Saat itu, korban mendapat perawatan medis darurat, makanan, air minum, obat-obatan, hingga panduan perawatan lanjutan. (*)
