Kasus COVID-19 Kembali Meningkat di China, Rupiah Melemah

Pratiwi - Selasa, 22 November 2022 13:47 WIB
Dollar US

JAKARTA (sijori.id) - Nilai kurs rupiah berpotensi melemah seiring dengan kasus COVID-19 yang kembali meningkat di China. Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 22 November 2022, nilai kurs rupiah dibuka melemah 6 poin di posisi Rp15.707 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 21 November 2022, nilai kurs rupiah ditutup melemah 29 poin di level Rp15.713 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS menguat akibat adanya sentimen dari peningkatan kasus COVID-19 dan pengetatan pembebasan di beberapa kota di China sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Beiijing baru saja melaporkan dua kematian pada 20 November 2022 akibat COVID-19 sehingga penduduk di distrik terpadat di kota itu pun kembali didesak untuk tinggal di rumah.

"Meningkatnya kasus dan kematian baru telah menimbulkan keraguan pada harapan pelonggaran awal dalam pembatasan pandemi ketat yang telah melumpuhkan perekonomian," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Selasa, 22 November 2022.

Sementara itu, partai Komunis China pada hari Senin, 21 November 2022, menerbitkan artikel yang menegaskan kembali perlunya mendeteksi infeksi lebih awal.

Tidak hanya dari China, sentimen yang memperkuat dolar AS pun hadir dari kekhawatiran akan potensi krisis nuklir dalam konflik Rusia-Ukraina.

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan hari ini, Selasa, 22 November 2022, nilai kurs rupiah berpotensi untuk ditutup di kisaran Rp15.700-Rp15.760 perdolar AS. (*)

Tags ChinaBagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌