Kelahiran Ayaan Jadi Tonggak Baru Konservasi Orangutan Sumatra

Pratiwi - Rabu, 03 Juni 2026 22:27 WIB
null

SINGAPURA (sijori.id) — Singapore Zoo menyambut kelahiran seekor orangutan sumatra jantan bernama Ayaan yang lahir melalui operasi caesar pada 18 Maret 2026 setelah induknya mengalami kehamilan berisiko tinggi akibat kondisi placenta praevia.

Kelahiran ini diyakini menjadi kasus pertama yang terdokumentasi pada orangutan di mana induk dan bayi sama-sama selamat setelah prosedur operasi caesar. Setelah menjalani masa pemulihan selama dua bulan, Ayaan dan induknya, Chomel, kini telah kembali ke area pameran orangutan di Singapore Zoo.

Menurut pengelola kebun binatang, kondisi Ayaan terus menunjukkan perkembangan positif. Anak orangutan tersebut tumbuh sehat dan tetap berada dekat dengan induknya selama masa adaptasi pascakelahiran.

Ayaan merupakan anak pertama dari Charlie, orangutan sumatra berusia 48 tahun yang garis keturunannya sebelumnya belum terwakili dalam populasi yang dikelola program konservasi. Kelahiran tersebut merupakan hasil perencanaan bertahun-tahun dalam program pengelolaan spesies yang dijalankan oleh Southeast Asian Zoos and Aquariums Association melalui Species Management Programme.

Upaya tersebut mencakup tiga kali prosedur inseminasi buatan sebelum akhirnya berhasil menghasilkan keturunan.

Pihak Mandai Wildlife Group menyebut kasus ini memberikan kontribusi penting bagi dunia kedokteran hewan karena operasi caesar pada orangutan merupakan tindakan yang sangat jarang dilakukan.

Deputy CEO Life Sciences sekaligus Chief Life Sciences Officer Mandai Wildlife Group, Cheng Wen-Haur, mengatakan kelahiran Ayaan merupakan hasil kerja sama multidisiplin yang berlangsung selama bertahun-tahun.

"Kelahiran Ayaan merupakan hasil dari perencanaan yang cermat dan kerja sama tim di balik layar selama bertahun-tahun. Ini menunjukkan pentingnya program pengembangbiakan berbasis sains dan kolaborasi dalam menjaga kelangsungan spesies yang terancam punah untuk jangka panjang," ujarnya.

Sebagai informasi, Sumatran orangutan saat ini berstatus Kritis (Critically Endangered) dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature. Populasinya terus menghadapi tekanan akibat hilangnya habitat, fragmentasi hutan, serta aktivitas manusia di habitat alaminya di Pulau Sumatra.

Kelahiran Ayaan menjadi kabar baik bagi upaya konservasi global, sekaligus menambah harapan bagi keberlangsungan salah satu spesies kera besar paling langka di dunia. (*)

RELATED NEWS