Kentang Bertunas, Masih Aman Dimakan atau Tidak?
(sijori.id) – Pernah mengambil kentang di dapur lalu mendapati muncul tunas kecil atau “mata” pada permukaannya? Kondisi ini sering membuat ragu, apakah kentang masih aman dimasak atau sebaiknya langsung dibuang.
Secara umum, kentang bertunas masih bisa dikonsumsi. Namun, tunas dan bagian yang berubah warna perlu dibuang terlebih dahulu sebelum diolah. Hal ini karena bagian tersebut mengandung kadar glikoalkaloid lebih tinggi, senyawa alami pada kentang yang dapat menimbulkan efek toksik jika dikonsumsi berlebihan.
Glikoalkaloid memang terdapat secara alami pada kentang, tetapi jumlahnya dapat meningkat saat kentang bertunas atau berubah hijau akibat paparan cahaya. Kandungan tinggi senyawa ini bisa memicu gangguan pencernaan seperti mual atau muntah. Karena itu, bagian mata tunas dan kulit yang terdampak sebaiknya dikupas sebelum dimasak.
Meski masih bisa diselamatkan, kondisi fisik kentang tetap harus diperhatikan. Kentang yang ideal memiliki tekstur keras dan kulit yang kencang. Jika kentang terasa lembek, berair, keriput, atau mudah penyok saat ditekan, sebaiknya tidak lagi digunakan karena kualitasnya sudah menurun.
Warna hijau pada bagian daging kentang juga menjadi tanda peringatan. Selain memengaruhi rasa menjadi pahit, perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan senyawa tertentu akibat paparan cahaya. Jika bagian hijau cukup banyak atau tunas sudah panjang, pilihan paling aman adalah membuangnya.
Mengapa Kentang Bisa Bertunas?
Kentang sebenarnya adalah umbi yang terus “hidup”. Dalam kondisi gelap dan lembap, kentang mengira berada di dalam tanah sehingga mulai tumbuh tunas. Itulah sebabnya kentang yang disimpan terlalu lama di dapur sering bertunas meski tidak ditanam.
Cara Menghilangkan Tunas
Tunas kentang bisa dilepas dengan tangan atau menggunakan pengupas sayur. Gunakan sisi tajam alat untuk mengeruk bagian mata tunas hingga bersih. Setelah itu, kentang perlu dibilas di bawah air mengalir agar sisa kotoran dan bagian yang tidak diinginkan ikut terbuang.
Penyimpanan yang Tepat
Agar tidak cepat bertunas, kentang sebaiknya disimpan di tempat sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara. Kantong kertas, jaring, atau kotak karton menjadi pilihan yang lebih baik dibanding plastik tertutup rapat.
Hindari menyimpan kentang di lemari es. Suhu terlalu dingin dapat mengubah pati menjadi gula sehingga kentang mudah berubah warna kecokelatan saat dimasak.
Bisa Ditaman Kembali
Menariknya, kentang bertunas yang sudah tidak layak dimakan masih bisa dimanfaatkan untuk berkebun. Cukup potong kentang sehingga tiap bagian memiliki tunas, lalu tanam beberapa sentimeter di bawah tanah dengan posisi tunas menghadap ke atas.
Dengan perawatan sederhana, tunas tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman baru yang menghasilkan kentang segar.
Tag:
Meta Description (≤160 karakter):
