Lelang: Pena Lee Kuan Yew Laku Rp5,5 Miliar, 10 Kali Lipat dari Estimasi
SINGAPURA (sijori.id) - Sebuah pena Montblanc berwarna perak yang pernah dimiliki pendiri Singapura sekaligus perdana menteri pertama negara itu, Lee Kuan Yew, terjual seharga US$461.500 dalam lelang di Singapura.
Pena tersebut terjual pada 16 Agustus 2026 setelah menarik 111 penawaran dari kolektor di berbagai negara melalui rumah lelang Hotlotz.
Harga akhirnya jauh melampaui estimasi awal Hotlotz yang berada di kisaran US$30.000 hingga US$50.000. Nilai penjualan tersebut mencapai sekitar 10 kali lipat dari batas atas perkiraan awal.
Pena dengan ukiran khusus “SM Lee Kuan Yew” itu mulai ditawarkan secara daring pada 4 Agustus 2026.
Benda tersebut berasal dari periode ketika Lee Kuan Yew menjabat sebagai senior minister Singapura pada 1990 hingga 2004, setelah sebelumnya memimpin negara tersebut sebagai perdana menteri selama 31 tahun.
Pena tersebut merupakan Montblanc Meisterstück No. 146 berbahan perak sterling. Pena ini dilengkapi aksen berwarna emas dan mata pena berbahan emas 18 karat.
Sebelum dilelang Hotlotz, pena tersebut sudah pernah berpindah tangan melalui lelang Sotheby’s pada Juli 2003. Saat itu, pena tersebut terjual seharga US$52.000 dalam lelang The Lee Kuan Yew Family Collection.
Lelang keluarga Lee Kuan Yew pada 2003 menjadi salah satu acara penting karena berhasil mengumpulkan US$2,04 juta untuk kegiatan amal.
Dalam lelang yang sama, sebuah pena Waterman berwarna hitam yang pernah digunakan Lee Kuan Yew untuk menandatangani Singapore Constitutional Agreement 1957 di London terjual US$350.000 kepada seorang pengusaha yang identitasnya dirahasiakan.
Perjanjian tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam proses menuju pemerintahan sendiri bagi Singapura.
Pena Montblanc tersebut menjadi barang utama dalam lelang Hotlotz bertajuk Interiors & Collectibles – August, Fine Art Focus.
Selain pena milik Lee Kuan Yew, sejumlah karya seni dan benda koleksi lainnya juga mencatat hasil tinggi.
Lukisan Chua Mia Tee berjudul Singapore Chinatown, Temple Street yang dibuat pada 1976 terjual seharga US$107.900 setelah mendapatkan 58 penawaran.
Harga tersebut menjadi rekor baru untuk karya sang seniman perintis aliran realisme sosial tersebut. Sebelum lelang, lukisan itu diperkirakan hanya akan terjual sekitar US$20.000 hingga US$30.000.
Harga tersebut juga melampaui rekor lelang Chua Mia Tee sebelumnya sebesar US$97.600 yang tercatat pada 14 Januari 2023 untuk karya berjudul Prosperity (2023).
Chua Mia Tee meninggal dunia pada 10 Juli 2026 dalam usia 94 tahun.
Benda koleksi lain yang ikut terjual adalah vas stoneware karya maestro keramik sekaligus penerima Cultural Medallion, Iskandar Jalil. Vas tersebut terjual seharga US$12.350 setelah menerima 25 penawaran.
Iskandar Jalil juga baru saja menerima Distinguished Service Order dalam rangkaian National Day Awards Singapura pada 9 Agustus 2026. (*)
