Malaysia Beli 18 Jet FA-50 Korea Selatan

Pratiwi - Minggu, 26 Februari 2023 16:47 WIB
null


SEOUL (sijori.id) - Korea Aerospace Industries dalam pengumuman resminya Jumat 24 Februari 2023 mengatakan pembelian mencakup 18 jet tempur serang ringan FA-50 oleh Malaysia dengan kontrak senilai US$ 920 juta. Pengiriman pertama akan dilakukan pada tahun 2026.

FA-50 mengalahkan pesawat tempur ringan Tejas, buatan HAL India. Negara tersebut sebelumnya juga mempertimbangkan JF-17 yang dibuat Pakistan dan MiG-35 buatan Rusia.

Malaysia sedang berusaha untuk meningkatkan kemampuan tempur dan pelatihan udaranya. Mereka berusaha mengganti armada pesawat latih dan serang ringan Hawk buatan BAE Systems. Pesawat in telah mengalami tingkat gesekan tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Angkatan Udara Diraja Malaysia juga ingin mengganti 16 pencegat MiG-29 yang dipensiunkan pada 2017 karena dana yang tidak mencukupi untuk pemeliharaan. Namun program pesawat tempur multiperan yang direncanakan untuk menggantikan pesawat tersebut juga terhenti karena keterbatasan anggaran. Malaysia sebelumnya mengatakan membutuhkan 36 jet. Artinya masih mencari tambahan 18 pesawat lagi.

FA-50 adalah turunan berkemampuan tempur dari pesawat latih T-50 Golden Eagle. Kemenangan di Malaysia akan membuat jumlah negara Asia Tenggara yang menerbangkan T-50 dan turunannya menjadi empat di luar Korea Selatan. Mereka adalah Indonesia, Filipina, dan Thailand juga mengoperasikan jenis pesawat tersebut.

Sementara di luar Asia Tenggara Irak telah mengoperasikan versi FA-50 yang disebutnya T-50IQ. Sementara Polandia telah memilih 48 FA-50 sebagai bagian dari paket militer besar dengan Korea Selatan. Negara Eropa ini berusaha untuk mengganti jet MiG-29 dan Su-22 setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Korea Selatan sendiri menggunakan T-50, TA-50 dan FA-50. Dua yang terakhir berkemampuan tempur dan dapat dilengkapi dengan hingga tujuh cantelan eksternal untuk senjata udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan.

Versi berkemampuan tempur juga terintegrasi dengan radar buatan Amerika atau Israel. KAI berusaha untuk mengintegrasikan radar yang lebih baru dan lebih mampu dalam peningkatan blok di masa depan.

Kemampuan Pesawat

Pengembangan FA-50 dimulai pada Oktober 1997 oleh KAI dan Lockheed Martin. Enam prototip dibuat selama fase pengembangan yang berakhir pada Januari 2006. Korea Selatan mengembangkan pesawat ini untuk menggantikan armada tempur F-5E/F dan A-37 yang sudah tua.

Pod penargetan lanjutan (ATP) Sniper dari Lockheed Martin akan diintegrasikan ke dalam platform FA-50 pada Agustus 2020. Pod Sniper diperkirakan akan memperoleh sertifikasi pada akhir tahun 2020.

FA-50 memiliki panjang 13,14m, lebar 9,45m, dan tinggi 4,82m. Berat kosong pesawat adalah 6,47 ton. Dan dapat Dapat lepas landas dengan berat maksimum 12,3 ton.

FA-50 membawa dua awak dan dilengkapi dengan head-up display (HUD) dan tampilan multifungsi warna. Kokpit juga mengintegrasikan On-Board Oxygen Generation Systems. Sistem Pencitraan Penglihatan Malam pesawat memastikan kemampuan misi selama siang dan malam.

Pesawat FA-50 dapat membawa muatan senjata hingga 4,5 ton. Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder. Selain itu juga rudal taktis udara-ke-darat AGM-65 Maverick, GBU-38/B JDAM, CBU- 105, bom Mk-82 dan Cluster Bomb Units. Pesawat ini juga dilengkapi dengan Gatling Gun 20mm tiga laras.

FA-50 mengintegrasikan mesin turbofan General Electric F404-GE-102 yang memberikan kecepatan maksimum 1.837,5 km / jam. (*)

Tags MalaysiaBagikan

RELATED NEWS