Memaknai Loyalitas para Abdi Daledm

Pratiwi - Minggu, 24 September 2023 14:07 WIB
kraton jogja

YOGYAKARTA (sijori.id) - Para abdi dalem, yang bertugas di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, memiliki reputasi sebagai individu yang sangat loyal. Mereka bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi lebih dari itu, mereka mengabdi dengan sepenuh hati kepada Keraton Ngayogyakarta.

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menggali lebih dalam tentang fenomena ini dan berhasil mengungkap bahwa penerapan nilai-nilai budaya oleh para abdi dalem menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan kesetiaan kepada Keraton. Salah satu nilai yang sangat dipegang teguh adalah falsafah "rumongso melu handarbeni" atau rasa ikut memiliki.

“Falsafah rumangsa melu handarbeni (sense of belonging) dapat dimaknai sebagai nilai yang mewajibkan abdi dalem untuk nguri-uri (merawat), ngrumat (ikut menjaga), dan glestantunaken (ikut melestarikan) setiap kebudayaan luhur yang dimiliki Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat,” ujar Whafiq, Tim Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial dan Humaniora (PKM-RSH) UGM, dilansir ugm.ac.id, Jum’at 23 September 2023.

Falsafah "rumangsa melu handarbeni" menjadi bagian hidup yang menghidupi para abdi dalem di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Nilai ini tercermin dalam setiap tindakan mereka sehari-hari. Contoh konkret dapat dilihat saat mereka menjaga kebersihan lingkungan keraton atau saat mereka dengan penuh semangat menceritakan nilai-nilai luhur dalam budaya keraton kepada para tamu dan pengunjung.

Tidak hanya itu, para abdi dalem juga mematuhi "suba sita" atau aturan-aturan tata krama yang berlaku sebagai sarana pembentukan karakter mereka. Ini mencakup tanggung jawab mereka dalam menjaga serta merawat artefak-artefak bersejarah seperti pusaka, piranti makan, dan berbagai benda bersejarah lainnya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Keraton.

Kesetiaan dan loyalitas para abdi dalem ini membentuk dasar yang kuat bagi harmonisnya hubungan antara mereka dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Hal ini juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya memelihara nilai-nilai budaya dan falsafah dalam konteks pekerjaan dan hubungan manusia. (*)

Tags YogyakartaBagikan

RELATED NEWS