Mengenal Aturan Rem Motor 70:30

Pratiwi - Kamis, 18 Juni 2026 08:02 WIB
ilustrasi | sijori.id

(sijori.id) - Banyak pengendara sepeda motor belum memahami bahwa teknik pengereman yang tepat sangat berpengaruh terhadap keselamatan di jalan. Salah satu panduan yang umum digunakan adalah aturan rem 70:30, yaitu pembagian gaya pengereman antara rem depan dan rem belakang.

Dalam kondisi berkendara normal, sekitar 70 persen daya pengereman sebaiknya berasal dari rem depan, sementara 30 persen sisanya berasal dari rem belakang. Penerapan teknik ini membantu motor berhenti lebih efektif sekaligus menjaga stabilitas kendaraan.

Saat pengendara menekan rem, bobot motor secara alami akan berpindah ke bagian depan. Perpindahan beban ini meningkatkan tekanan dan daya cengkeram ban depan terhadap permukaan jalan. Sebaliknya, beban pada ban belakang berkurang sehingga kemampuan cengkeramannya juga menurun.

Karena mendapatkan traksi lebih besar saat deselerasi, ban depan mampu menghasilkan gaya pengereman yang jauh lebih kuat dibandingkan ban belakang. Inilah alasan mengapa rem depan memegang peran utama dalam proses menghentikan laju motor.

Meski demikian, pengendara tidak disarankan hanya mengandalkan rem depan. Penggunaan rem belakang tetap penting untuk membantu menjaga keseimbangan sasis dan meningkatkan stabilitas kendaraan selama proses pengereman. Menggunakan kedua rem secara bersamaan akan memberikan kontrol yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan salah satu rem.

Penerapan aturan 70:30 tidak dilakukan secara otomatis oleh kendaraan. Pengendara harus mengatur sendiri besarnya tekanan pada tuas rem depan maupun pedal rem belakang. Karena itu, latihan pengereman di area yang aman dan bebas lalu lintas sangat dianjurkan agar pengendara memahami karakteristik motornya.

Tidak Selalu Berlaku dalam Semua Kondisi

Meskipun aturan 70:30 menjadi pedoman umum, pembagian tersebut tidak selalu berlaku dalam setiap situasi. Pada kondisi pengereman darurat, misalnya, porsi pengereman bisa lebih banyak bertumpu pada rem depan.

Beberapa panduan keselamatan berkendara menyebutkan bahwa saat melakukan pengereman mendadak, distribusi gaya pengereman dapat mencapai 90 persen pada rem depan dan 10 persen pada rem belakang. Namun, pengendara tetap harus menghindari penggunaan rem secara berlebihan yang berisiko menyebabkan roda terkunci dan motor kehilangan kendali.

Faktor lain seperti kondisi jalan basah, permukaan jalan yang kotor, ban yang sudah aus, adanya penumpang tambahan, hingga kondisi sistem pengereman yang kurang optimal juga dapat memengaruhi efektivitas penerapan aturan tersebut.

Oleh karena itu, aturan rem 70:30 sebaiknya dipahami sebagai pedoman dasar dalam pelatihan berkendara, bukan sebagai ketentuan mutlak yang harus diterapkan secara kaku. Setiap motor memiliki karakteristik berbeda, sehingga efektivitas pengereman sangat dipengaruhi oleh kondisi kendaraan, lingkungan, serta kemampuan pengendara dalam mengendalikan motor.

Yang terpenting, pengendara tidak perlu takut menggunakan rem depan selama dilakukan secara tepat dan tetap diimbangi dengan penggunaan rem belakang. Kombinasi keduanya akan menghasilkan pengereman yang lebih aman, efektif, dan membantu menjaga kendali kendaraan di berbagai kondisi jalan. (*)

Tags Teknik pengeremanBagikan

RELATED NEWS