Mengenal Jaboticaba, Buah Unik Asal Brasil
JOHOR (sijori.id) – Bayangkan berjalan di sebuah kebun lalu melihat buah yang menyerupai anggur hitam mengilap tumbuh langsung di batang pohon. Pemandangan yang tampak tidak biasa itu bisa ditemukan di Superfruits Farm, Senai, Johor, Malaysia.
Ratusan pohon di kebun tersebut menghasilkan jaboticaba, buah eksotis yang berasal dari kawasan Amazon, Brasil. Buah yang juga dikenal sebagai Brazilian grape tree ini semakin menarik perhatian karena bentuknya yang unik, kandungan nutrisinya yang tinggi, serta dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Superfruits Farm bahkan tercatat dalam Malaysia Book of Records sebagai perkebunan jaboticaba terbesar di Malaysia. Keunikan buah ini menjadikan kebun tersebut salah satu destinasi agrowisata favorit bagi wisatawan yang ingin melihat langsung fenomena buah yang tumbuh di batang pohon.
Butuh Sembilan Tahun untuk Berbuah
Tidak seperti tanaman buah pada umumnya, jaboticaba membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum menghasilkan panen pertama.
Direktur Superfruits Farm, Kelvin Ooi, mengatakan pohon jaboticaba baru mulai berbuah setelah berusia sekitar sembilan tahun. Namun, setelah memasuki masa produktif, pohon tersebut dapat terus menghasilkan buah selama ratusan tahun.
"Semakin tua usia pohon, semakin banyak buah yang tumbuh di sepanjang batangnya," ujar Ooi.
Beberapa pohon jaboticaba bahkan diyakini mampu hidup hingga 300 tahun, sehingga menjadi investasi jangka panjang bagi para petani.
Iklim Malaysia Lebih Menguntungkan
Menurut Ooi, iklim tropis Malaysia memberikan keuntungan dibandingkan beberapa negara lain dalam budidaya jaboticaba.
Di negara seperti China dan Taiwan, jaboticaba umumnya hanya dapat dipanen satu kali dalam setahun. Sebaliknya, di Malaysia pohon jaboticaba mampu menghasilkan empat hingga enam kali panen setiap tahun, sehingga produktivitasnya jauh lebih tinggi.
Kaya Antioksidan dan Vitamin
Selain tampilannya yang unik, jaboticaba juga dikenal memiliki kandungan gizi yang melimpah.
Berdasarkan hasil penelitian laboratorium yang dikutip Ooi, buah ini mengandung antosianin dalam jumlah tinggi, yaitu antioksidan yang dikaitkan dengan kesehatan mata dan membantu melancarkan sirkulasi darah.
Jaboticaba juga mengandung berbagai vitamin, termasuk vitamin B, C, dan D, sehingga semakin diminati sebagai buah fungsional.
Masa Simpan Sangat Singkat
Di balik berbagai keunggulannya, jaboticaba memiliki tantangan utama, yaitu masa simpan yang relatif pendek.
Kandungan air dan gula yang tinggi membuat buah ini cepat melunak dan mengalami oksidasi setelah dipanen. Karena itu, buah harus segera dibekukan dalam waktu maksimal dua hari agar kualitasnya tetap terjaga.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Superfruits Farm bekerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) mengembangkan berbagai produk olahan bernilai tambah, mulai dari cuka buah, produk perawatan kulit, hingga serum kosmetik.
Destinasi Agrowisata yang Semakin Populer
Selain jaboticaba, pengunjung juga dapat mencicipi abiu, buah eksotis lain asal Amerika Selatan yang memiliki tekstur lembut menyerupai puding dan dipercaya bermanfaat bagi kesehatan kulit.
Tak hanya menawarkan wisata petik buah, Superfruits Farm juga mengembangkan konsep agrowisata melalui berbagai aktivitas seperti glamping, memancing, memanen sayuran organik, hingga mencicipi madu lebah tanpa sengat.
Menurut Ooi, meski banyak wisatawan datang karena penasaran dengan manfaat kesehatannya, penampilan jaboticaba yang tumbuh langsung di batang pohon tetap menjadi daya tarik utama.
Fenomena tersebut menjadikan jaboticaba sebagai salah satu buah paling unik di dunia sekaligus memperkuat daya tarik wisata pertanian di Johor, Malaysia. (*)
