Meniliki Museum Angkatan Udara Singapura
SINGAPURA (sijori.id) - Museum Angkatan Udara Singapura atau Singapore Air Force Museum resmi dibuka kembali setelah menjalani renovasi besar-besaran sejak November 2025. Museum yang berada di dekat Paya Lebar Air Base tersebut kini menghadirkan berbagai pengalaman interaktif dan teknologi imersif untuk memperkenalkan sejarah serta peran Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) kepada masyarakat.
Pembukaan kembali museum pada 16 Juni 2026 menandai pembaruan terbesar sejak renovasi terakhir pada 2015. Berbagai fasilitas baru ditambahkan, mulai dari teknologi augmented reality (AR), layar interaktif, hingga teater imersif yang memungkinkan pengunjung merasakan simulasi operasi pertahanan udara secara lebih realistis.
Salah satu daya tarik utama museum adalah film berdurasi lima menit berjudul Homeward. Melalui teater imersif tersebut, pengunjung diajak merasakan pengalaman menjadi pilot pesawat tempur RSAF yang mendapat tugas mencegat pesawat asing tak dikenal yang memasuki wilayah udara Singapura.
Pengalaman tersebut semakin realistis berkat kursi yang bergetar dan efek pencahayaan yang mengikuti alur cerita simulasi penerbangan.
Senior Minister of State for Defence Singapura, Zaqy Mohamad, mengatakan museum ini menggambarkan perjalanan panjang RSAF, mulai dari masa awal dengan pesawat pinjaman hingga berkembang menjadi salah satu angkatan udara modern di kawasan.
Menurutnya, museum tidak hanya menampilkan kemampuan pertahanan udara Singapura, tetapi juga mengangkat kontribusi RSAF dalam berbagai misi kemanusiaan dan bantuan bencana di tingkat internasional.
“Museum ini membantu masyarakat memahami pentingnya pertahanan negara dan peran setiap warga dalam menjaga keamanan nasional,” ujar Zaqy saat peresmian.
Selain menampilkan sejarah perkembangan RSAF, museum juga memperkenalkan berbagai profesi di lingkungan angkatan udara melalui koleksi seragam, dokumentasi visual, serta wawancara dengan personel aktif maupun purnawirawan.
Direktur Kuratorial dan Koleksi Defence Collective Singapore (DCS), Hairani Joshi, mengatakan konsep baru museum dirancang untuk menarik minat generasi muda, khususnya pelajar tingkat menengah dan perguruan tinggi.
Karena itu, berbagai elemen interaktif dan teknologi digital ditambahkan agar pengalaman belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
Pengunjung juga dapat mengakses informasi tambahan mengenai berbagai koleksi pesawat yang pernah digunakan RSAF melalui layar sentuh interaktif. Beberapa di antaranya adalah pesawat tempur Douglas A-4 Skyhawk dan Hawker Hunter F.74S yang menjadi bagian penting sejarah penerbangan militer Singapura.
Museum turut menampilkan sejumlah artefak baru, termasuk baling-baling kayu dari pesawat nirawak yang rusak saat latihan militer di Swedia pada 1980.
Selama masa liburan sekolah, museum menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif untuk anak-anak dan remaja, termasuk kuis kepribadian bertema RSAF yang berlangsung hingga 28 Juni 2026.
Chief Executive Officer DCS, Joseph Tan, mengatakan museum sebelumnya menerima sekitar 50.000 hingga 60.000 pengunjung setiap tahun. Setelah renovasi ini, pihaknya menargetkan peningkatan jumlah pengunjung hingga 30 persen.
Di sisi lain, masa depan lokasi museum masih menjadi bahan pembahasan karena Paya Lebar Air Base dijadwalkan pindah setelah 2030. DCS saat ini tengah berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk Urban Redevelopment Authority (URA) dan Kementerian Pertahanan Singapura, terkait kemungkinan lokasi baru museum di masa mendatang.
“Kami berharap museum tetap berada di lokasi yang mudah diakses masyarakat,” kata Tan.
Renovasi museum juga melibatkan sejumlah veteran RSAF, termasuk Goh Yong Kiat, mantan teknisi pesawat yang bergabung dengan angkatan udara pada 1979 dan pensiun sebagai komandan skuadron logistik udara pada 2002.
Menurut Goh, museum tidak hanya menjadi tempat mengenang sejarah bagi para veteran, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa bangga dan memiliki terhadap institusi pertahanan negara.
“Ini membantu masyarakat memahami bahwa kisah RSAF merupakan bagian dari perjalanan bangsa Singapura,” ujarnya.
Museum Angkatan Udara Singapura buka setiap hari pukul 10.00 hingga 17.00 waktu setempat. Tiket masuk gratis bagi warga negara Singapura dan penduduk tetap (permanent resident), sementara wisatawan asing dikenakan tarif 8 dolar Singapura untuk dewasa dan 5 dolar Singapura untuk anak-anak. (*)
