Menparekraf Temui 2 Pengelola Cruise Terbesar di Singapura

Pratiwi - Kamis, 02 Juni 2022 14:44 WIB
null

JAKARTA (sijori.id) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/ Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menemui pengelola cruises terbesar di Singapura . Dalam kunjungan kerjanya ke Singapura, Rabu,01 Juni 2022, Mas Menteri menemui dua pengelola cruises terbesar yakni Royal Carribean dan Resort World Cruises yang menawarkan paket wisata ke Indonesia mencakup Batam, Bintan, hingga Surabaya, Bali, Belitung, sampai ke Lombok.

“Kami telah lakukan pertemuan dengan pengelola cruises ada beberapa kesepakatan akan dimulainya wisata kapal pesiar tahun ini. Ini berita besar dan sangat strategis, sangat signifikan dalam pemulihan kepariwisataan parekraf Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno sebagaimana dikutip Siaran Pers Biro Komunikasi Kemenparekraf, Rabu 1 Juni 2022.

Menparekraf mengatakan wisata pelayaran kapal pesiar segera dimulai tahun ini meliputi Batam-Bintan-Surabaya-Bali ditambah tahun depan melalui Belitung dan Lombok.

“Dua perusahaan besar ini sudah berkomitmen untuk menyelenggarakan cruises ini, ini sangat win-win karena akan mempromosikan destinasi wisata prioritas di Indonesia yang akan membuka peluang usaha dan juga lapangan kerja yang sangat dibutuhkan dalam kepulihan sektor pariwisata kita,” kata Menparekraf.

Sandiaga sangat optimistis dan termotivasi dengan pertemuan tersebut yang disebutnya sangat efisien dan efektif sehingga menghasilkan kesepakatan yang berdampak pada hal-hal yang dibutuhkan masyarakat Indonesia khususnya dalam upaya pemulihan ekonomi pascapandemi.

Kepala Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari, mengatakan pihaknya akan mendukung dan memfasilitasi sepenuhnya inisiasi kapal pesiar kembali ke Indonesia.

“Kami akan mendukung jika pelaku usaha perlu bantuan technically kami akan fasilitasi dengan pertemuan,” kata Ratna.

Dalam pertemuan tersebut Chief Operating Officer Resort World Cruises Singapura Raymond Lim Jiun Yan menyatakan kesiapan untuk melayari kembali perairan Indonesia.

Untuk itu pihaknya mengharapkan fasilitasi regulasi agar tidak ada kendala berarti untuk mewujudkan wisata kapal pesiar pada Juli dan Agustus tahun ini.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya menambahkan, pasar wisata kapal pesiar ke Indonesia sudah ada hanya tinggal mengeksekusi. Namun tentunya perlu kolaborasi banyak pihak. “Kami akan berkoordinasi terkait dengan perizinan terutama dengan Kemenhub,” kata Nia.

Menparekraf Sandiaga sendiri mengatakan Indonesia tidak memberikan insentif secara khusus untuk pengelola kapal pesiar hanya memfasilitasi terkait regulasi untuk mengakselerasi.

“Karena insentifnya sendiri adalah destinasi, budaya, kekayaan alam, SDM, kekayaan lokal,” kata Sandiaga.

Salah satu paket wisata yang ditawarkan nantinya juga akan berhenti di Bali Utara yang selama ini belum banyak tergarap optimal sisi pariwisatanya.

Diperkirakan untuk Cruises Genting Dream akan memulai pelayaran pada Juli 2022 dan juga Desember 2022 dengan 1.700 kamar dari total kapasitas 3.500 kamar.

Sementara untuk Royal Carribean Cruises mencapai 4.800 kamar akan melintasi Benoa dan Lombok.

“Harapan kita bisa ke Labuan Bajo dan beberapa destinasi unggulan bahari lainnya,” katanya.

Sandiaga juga merencanakan untuk menjajal langsung sensasi menaiki kapal pesiar sebagai bentuk dukungan dan memastikan sendiri seluruh prosesnya.

“Pada Juli atau Agustus ini saya akan ikut pelayaran inagurasi, dan Desember untuk melihat potensi Surabaya dan Bali Utara,” katanya.

Pada kesempatan itu Menparekraf didampingi Sekretaris Kemenparekraf/ Sekretaris Utama Baparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani; Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya; Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Agustini Rahayu dan Kepala Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari. (SP/Silvia).

Editor: Pratiwi
Tags cruiseBagikan

RELATED NEWS