Menristek Arahkan Fokus Ekosistem Riset dan Inovasi 2021
YOGYAKARTA (sijori.id) – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan sasaran ‘Pokok Pembangunan IPTEK Indonesia 2020-2024’.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Bambang pada saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja (Raker) Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) 2020 yang diselenggarakan di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Tahun ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Inovasi” dan berlangsung selama dua hari, dari 26-27 November 2020.
“Kemenristek/BRIN telah merumuskan langkah-langkah yang harus ditetapkan selama setahun kedepan. Kami juga telah merumuskan kerangka program pembangunan iptek untuk peningkatan kapasitas iptek dan penciptaan inovasi,” jelas Menteri Bambang.
Menteri Bambang menyampaikan, pembangunan ekosistem riset dan inovasi menjadi fokus Kemenristek/BRIN pada tahun 2021. Hal ini sebagai upaya Pemerintah untuk mengubah paradigma dari ekonomi yang berbasis Sumber Daya Alam (SDA) menjadi ekonomi berbasis inovasi, sebagai salah satu jalan bagi Indonesia untuk mencapai visi Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.
Menteri Bambang menyampaikan, pada rapat kerja ini terdapat empat topik utama yang dibahas untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. Yaitu:
- Penciptaan ekosistem inovasi yang mendorong komersialisasi hasil riset melalui penguatan kerja sama triple helix;
- Peningkatan kualitas belanja litbang melalui koordinasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menghasilkan Invensi dan Inovasi, penguatan pendataan dan fasilitasi pendanaan alternatif dari luar pemerintah, serta pemberian insentif fiskal untuk litbangjirap;
- Pengembangan Research Power-House yang mencakup peningkatan kuantitas dan kapabilitas SDM iptek, pengembangan dan penguatan infrastruktur litbang strategis, penguatan Pusat Unggulan Iptek, pengelolaan data kekayaan hayati dan kekayaan intelektual, serta pengembangan jaringan kerja sama riset dalam dan luar negeri;
- Peningkatan kontribusi Iptek sebagai penghela pembangunan ekonomi yang berkelanjutan (menggapai target pertumbuhan ekonomi 5,4-6 persen pada tahun 2024).
