Menyaksikan Aurora Borealis
(sijori.id) - Fenomena aurora borealis atau cahaya utara muncul langka pada Selasa malam, 25 November, lalu. Menariknya, pemandangan ini tidak hanya bisa disaksikan di kawasan ekstrem seperti Islandia atau Norwegia, tetapi terlihat lebih luas dari biasanya.
Aktivitas ini dipicu oleh aliran angin matahari yang tidak biasa dan cenderung lebih turbulen saat melintasi Bumi. Kondisi tersebut memicu aktivitas geomagnetik yang mampu mengubah malam November yang biasa menjadi peristiwa kosmik menakjubkan.
Aurora borealis terjadi ketika partikel bermuatan dari Matahari bertabrakan dengan gas di atmosfer Bumi. Tabrakan ini menghasilkan gelombang cahaya berwarna yang menari di langit, menciptakan pemandangan spektakuler yang kerap memikat para pengamat langit.
Menariknya, fenomena kali ini tidak dipicu oleh semburan besar seperti solar flare atau coronal mass ejection, melainkan oleh hembusan partikel bermuatan yang lebih kuat dari biasanya dan bergerak bebas di atmosfer Bumi.
Berdasarkan laporan NOAA Space Weather Prediction Center, kondisi saat ini mengarah pada terjadinya badai geomagnetik kategori G1 atau tingkat ringan pada Selasa, 25 November. Jika energi meningkat, aurora berpotensi terlihat lebih jauh ke selatan dari kawasan normalnya.
Bagi para pengamat langit, momen ini bisa menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan pita cahaya berwarna menghiasi cakrawala utara, sebuah pengalaman yang kerap membuat siapa pun berhenti sejenak dan menengadah ke langit.
Waktu Kemunculan
Aurora diperkirakan mulai terlihat setelah gelap pada Selasa malam dan bisa berlangsung hingga dini hari Rabu, 26 November. NOAA menyebutkan kondisi langit diperkirakan tetap aktif hingga pagi hari, dipicu oleh aliran angin matahari cepat dari lubang korona bermuatan positif.
Wilayah yang Berpotensi Melihat Aurora
Peta panduan terbaru NOAA menunjukkan sekitar 15 negara bagian di wilayah utara Amerika Serikat berpeluang menyaksikan cahaya aurora di cakrawala utara. Wilayah tersebut meliputi Alaska, Washington, Idaho, Montana, Wyoming, North Dakota, South Dakota, Minnesota, Iowa, Wisconsin, Michigan, New York, Vermont, New Hampshire, dan Maine.
Dalam beberapa kasus badai besar, aurora bahkan sempat terlihat hingga wilayah yang jauh lebih selatan dari biasanya.
Tips Menyaksikan Aurora
Pengamatan aurora membutuhkan kesabaran. Cahaya ini sering muncul tiba-tiba dan bisa menghilang dengan cepat. Disarankan memberi waktu sekitar 30 menit agar mata beradaptasi dengan kegelapan.
Hindari area dengan polusi cahaya tinggi seperti pusat kota. Gunakan peta langit gelap atau aplikasi pendeteksi polusi cahaya untuk menemukan lokasi terbaik dengan pandangan terbuka ke arah utara.
Pemantauan real-time juga bisa dilakukan melalui layanan prakiraan aurora NOAA atau aplikasi seperti Aurora Now dan My Aurora Forecast.
Cara Mengabadikan Aurora
Bagi yang ingin mengabadikan momen langka ini, kamera ponsel sudah cukup memadai. Aktifkan fitur Night Mode dan arahkan kamera ke langit.
Sementara itu, bagi pengguna kamera DSLR atau mirrorless, disarankan menggunakan tripod dan memotret dalam mode manual untuk mendapatkan hasil terbaik.
Fenomena ini menjadi pengingat akan dinamika kosmos yang terus berlangsung, sekaligus kesempatan langka menyaksikan langsung keindahan alam semesta dari Bumi. (*)
