Meta Batasi Fitur AI Kacamata Pintar
(sijori.id) - Meta mulai membatasi akses ke salah satu fitur kecerdasan buatan (AI) di kacamata pintarnya. Pengguna kini harus membayar biaya berlangganan jika ingin menggunakan fitur Conversation Focus lebih dari batas penggunaan gratis yang ditetapkan.
Fitur tersebut memanfaatkan mikrofon pada kacamata untuk memperjelas suara lawan bicara saat percakapan berlangsung. Sebelumnya, layanan ini dapat digunakan tanpa biaya tambahan.
Kini, pengguna hanya mendapatkan jatah gratis hingga tiga jam per bulan. Setelah batas tersebut tercapai, mereka harus menunggu kuota diperbarui pada bulan berikutnya atau berlangganan dengan biaya US$19,99 per bulan.
Meta menjelaskan kebijakan ini merupakan bagian dari uji coba model layanan premium, di mana fitur-fitur inti tetap tersedia secara gratis, sementara akses yang lebih luas ditawarkan melalui skema berlangganan.
Pelanggan paket Meta One Premium akan memperoleh akses Conversation Focus hingga 15 jam per bulan, meski layanan tersebut saat ini baru tersedia di sejumlah negara dan belum hadir di Inggris.
Meta menegaskan fitur AI lain pada kacamata pintarnya, seperti live translation dan asisten suara, tetap dapat digunakan tanpa biaya berlangganan.
Perusahaan juga menyebut kebijakan baru ini ditujukan bagi power users yang membutuhkan penggunaan lebih lama, sekaligus memperoleh manfaat tambahan seperti dukungan perangkat premium.
Conversation Focus pertama kali diperkenalkan oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, pada ajang Connect 2025. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna tetap dapat mendengar lawan bicara dengan jelas saat menggunakan berbagai fitur AI di kacamata pintar.
Meski dipuji karena meningkatkan aksesibilitas, Meta menegaskan Conversation Focus bukan pengganti alat bantu dengar maupun perangkat medis.
Di sisi lain, kacamata pintar Meta masih menghadapi sorotan terkait isu privasi. Sejumlah pihak mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan kamera tersembunyi, meski Meta menyatakan perangkat tersebut dilengkapi lampu indikator yang menyala saat proses perekaman berlangsung. (*)
