Nike Moon Shoe, Sepatu Lari Era 1970-an yang Kembali Jadi Tren Fashion Global

Pratiwi - Jumat, 12 Juni 2026 21:26 WIB
null

(sijori.id) - Istilah "Moon Shoe" mungkin terdengar seperti sepatu futuristis yang dirancang untuk menjelajah luar angkasa. Namun dalam kasus ini, Moon Shoe adalah nama salah satu model sepatu paling ikonik milik Nike yang justru lahir untuk digunakan di bumi.

Sepatu tersebut pertama kali diperkenalkan oleh salah satu pendiri Nike, Bill Bowerman, pada awal 1970-an. Meski usianya sudah lebih dari setengah abad, desainnya justru kembali relevan di tengah tren sneakers modern yang mengedepankan siluet ramping, ringan, dan fleksibel.

Dalam beberapa tahun terakhir, batas antara sepatu olahraga dan fashion semakin kabur. Berbagai model hibrida bermunculan, termasuk tren "sneakerina" yang menggabungkan karakter sneaker dengan sepatu balet. Menariknya, Moon Shoe yang lahir jauh sebelum tren tersebut sudah memiliki sejumlah elemen yang kini kembali digemari pasar: konstruksi ringan, profil tipis, dan sol bertekstur khas.

Keistimewaan Moon Shoe terletak pada inovasi sol waffle yang kini menjadi salah satu ciri khas Nike. Ide tersebut lahir dari eksperimen Bowerman menggunakan alat pembuat waffle milik istrinya di dapur rumah mereka.

Saat itu, Bowerman tengah mencari cara untuk menciptakan sol dengan daya cengkeram lebih baik bagi pelari. Ia menuangkan bahan karet ke dalam cetakan waffle dan menghasilkan pola tapak yang revolusioner untuk dunia olahraga.

Julukan "Moon Shoe" muncul karena bekas tapak sepatu tersebut di lintasan tanah dianggap menyerupai jejak kaki di permukaan bulan. Inovasi itu kemudian berkembang menjadi model Waffle Trainer yang dirilis pada 1975 dan membantu mengukuhkan posisi Nike sebagai salah satu produsen sepatu olahraga terbesar di dunia.

Lima dekade kemudian, desain legendaris tersebut kembali menarik perhatian dunia mode. Desainer asal Prancis, Simon Porte Jacquemus, menemukan prototipe asli Moon Shoe di arsip Nike dan memutuskan untuk menghidupkannya kembali melalui kolaborasi yang diperkenalkan dalam peragaan busana musim semi/panas 2025.

Versi Jacquemus menghadirkan interpretasi baru dengan bentuk rendah ke tanah, siluet menyerupai torpedo, material nilon, serta outsole berbintik dari Nike Grind. Model tersebut langsung mendapat sambutan hangat, terutama di kalangan selebritas dan pecinta fashion urban.

Popularitas kolaborasi tersebut kemudian memicu tingginya minat terhadap versi reguler Nike yang diluncurkan secara global pada awal 2026.

Menurut Thomasin Hummerstone, Product Lead Nike Energy Footwear, daya tarik Moon Shoe terletak pada kemampuannya menjembatani dunia olahraga dan gaya hidup.

“Inovasi lari yang kami miliki sejak awal mampu menghubungkan olahraga dan gaya secara abadi,” ujarnya.

Nike juga mengisyaratkan bahwa Moon Shoe akan terus berkembang. Ke depan, model ini akan hadir dalam versi kulit premium dengan tampilan yang lebih elegan dan minimalis sehingga dapat digunakan sepanjang tahun, baik sebagai sepatu olahraga maupun bagian dari gaya berpakaian sehari-hari.

Kembalinya Moon Shoe membuktikan bahwa desain klasik tidak pernah benar-benar hilang. Di tengah derasnya inovasi industri sneaker, sepatu yang lahir dari eksperimen sederhana di dapur rumah pada 1970-an itu justru kembali menjadi simbol pertemuan antara sejarah, teknologi, dan fashion modern. (*)

RELATED NEWS