Norda 005 Tantang Dominasi Hoka di Trail Running
Jika ingin melihat betapa kuatnya pengaruh Hoka di dunia trail running, cukup tengok ajang paling prestisius: UTMB Mont-Blanc. Lomba legendaris itu kini bahkan menyandang nama Hoka, sementara sepatu brand asal Prancis-Amerika tersebut nyaris selalu menempel di kaki para finisher terdepan.
Namun, di tengah bayang-bayang “raja bantalan” itu, muncul penantang yang memilih jalur berbeda. Namanya Norda 005.
Sepatu ini menjadi produk race-day pertama Norda, brand pendatang baru asal Kanada. Proses pengembangannya tak singkat—dua tahun penuh riset dan pengujian, kata pendiri Norda, Nick Martire. Hasilnya adalah sepatu trail yang sangat teknis, sekaligus berani melawan arus besar industri.
Saat banyak merek memburu bantalan tebal ala Hoka, Norda justru menahan diri. Midsole Norda 005 hanya setebal 28,5 mm di titik tertinggi. Angka itu terbilang ramping di era sepatu trail yang mengadopsi stack height raksasa dan pelat karbon dari dunia lari jalan raya.
Kunci utama Norda 005 terletak pada material midsole-nya. Seluruh bagian ini dibuat dari Arnitel, sejenis thermoplastic polyester elastomer (TPEE). Material ini dirancang memberi respons dan stabilitas, terutama di medan tidak rata—area yang kerap jadi titik lemah teknologi jalan raya saat dipindahkan ke trail.
“Teknologi dari road running memang terasa cepat, tapi di jalur tidak rata bisa jadi tidak stabil dan memantul ke arah yang salah,” ujar Martire.
Di bagian atas, Norda menggunakan Bio-Dyneema yang ditenun khusus agar tetap bernapas dan cepat membuang air. Sementara urusan cengkeraman diserahkan pada outsole terbaru Vibram Megagrip Elite, yang diklaim sebagai karet paling ringan dan paling lengket yang pernah dibuat Vibram untuk sepatu lomba.
Dengan pendekatan yang berbeda—lebih tipis, lebih teknis, dan fokus pada kontrol—Norda 005 membuktikan bahwa menantang dominasi Hoka tak harus dengan meniru. Di trail running, berbeda belum tentu kalah. (*)
