Operator Air yang Baik menurut REI Khusu Batam

Pratiwi - Rabu, 01 September 2021 21:10 WIB

Ilustrasi rumah murah bersubsidi dalam program Tapera. / Facebook @ppdpp.pupr

undefined

BATAM (sijori.id) - Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam mencermati pelaksanaan lelang kerjasama operasional dan pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.

REI Khusus Batam, berharap BP Batam tak lagi mengulur waktu lelang.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI Khusus Batam, Achyar Arfan mengatakan, para pengembang Batam sangat berharap BP Batam segera menetapkan opeartor definitif, agar pengembangan jaringan pipa distribusi dapat segera dilaksanakan.

"Standar kualitas pelayanan air di Batam dianggap sudah sangat tinggi oleh para pengembang di Batam. Pengelola sebelumnya punya rekor cukup baik selama bertahun-tahun. Keluhan pasti selalu, tapi umumnya sudah bagus," kata Achyar baru-baru ini.

Ada berbagai tantangan yang harus diselesaikan oleh calon operator SPAM yang akan segera diketahui dari hasil lelang ini. Pertama, mengenai layanan sambungan yang harus segera ditingkatkan.

Sudah menjadi rahasia umum, ketika pengembang mengajukan permintaan sambungan air, tapi tidak diimbangi oleh jumlah meteran air yang ada. Namun, perlahan-lahan menurut Achyar sudah mulai ada peningkatan.

"Operator yang baik adalah yang memiliki data tentang pertumbuhan jumlah penduduk dan hunian di Batam. Sehingga kelak, bisa menyesuaikan jumlah pemesanan meteran air terhadap kebutuhan para pengembang. Seharusnya data kebutuhan sambungan baru itu ada. Jadi bisa buat estimasi," jelasnya.

Berikutnya, yakni persoalan pengadaan jaringan induk baru yang bertujuan untuk pengembangan distribusi jaringan pipa air. "Sekarang tantangan yang dihadapi oleh operator SPAM baru nanti yakni pengadaan jaringan baru untuk kawasan baru," terangnya.

Pengembangan properti akan semakin lancar, jika jaringan induk baru sudah terpasang. "Misalnya ditambah jaringan induk baru, maka akan ada perluasan proyek properti," ungkapnya.

Ia percaya bahwa BP Batam selaku regulator SPAM akan mengedepankan keputusan terbaik, demi kepentingan dunia usaha dan masyarakat Batam.

"Kalau bisa secepatnya, tentukan keputusan tender untuk jangka panjang. Operator yang bagus adalah yang mampu mengelola air dari hulu hingga mengalir sampai ke hilir seperti rumah-rumah. Untuk REI sendiri, sambuungan baru plus jaringan induk tadi menjadi konsen kami tentunya," terangnya.

Pengembang properti di Batam optimistis tahun ini pasar properti akan kembali mengalami peningkatan.

Persentasenya hingga lima persen. Sebab permintaan terhadap rumah murah bersubsidi diprediksi akan meningkat.

"Tahun ini, Batam dapat jatah pembangunan rumah murah bersubsidi sebanyak 1.200 unit dari pemerintah. Untuk harganya saat ini, belum berubah dari tahun lalu. Rp 156,5 juta per unit," ungkapnya. (*)

Tags spam batamBagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌