Orangutan Sumatra Terekam Gunakan Jembatan Kanopi
(sijori.id) - Seekor Sumatran orangutan untuk pertama kalinya terekam kamera menggunakan jembatan kanopi buatan yang dibangun melintasi jalan di kawasan hutan North Sumatra. Momen tersebut dinilai sebagai tonggak penting dalam upaya konservasi satwa liar di Indonesia.
Jembatan gantung itu dibangun oleh Tangguh Hutan Khatulistiwa bersama Sumatran Orangutan Society (SOS) dan pemerintah daerah pada 2024.
Pembangunan dilakukan setelah jalan penghubung di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat diperlebar, sehingga membelah kawasan hutan hujan tropis yang menjadi habitat orangutan Sumatra.
Dalam pernyataannya pada 26 April, SOS menyebut rekaman tersebut menjadi bukti pertama orangutan Sumatra memanfaatkan jembatan kanopi sebagai jalur lintasan aman di atas jalan raya.
Selain orangutan, beberapa satwa lain seperti owa dan monyet ekor panjang juga telah terekam menggunakan fasilitas tersebut. Namun, penggunaan jembatan oleh orangutan Sumatra disebut sebagai yang pertama di dunia.
Kepala Eksekutif SOS, Helen Buckland, mengatakan keberhasilan itu menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dan perlindungan satwa liar dapat berjalan beriringan.
“Jembatan kanopi ini membuktikan bahwa pembangunan manusia dan perlindungan satwa liar tidak selalu harus bertentangan. Kadang solusi paling sederhana justru paling efektif,” ujarnya.
Secara teknis, jembatan kanopi dirancang untuk menjaga konektivitas habitat arboreal atau satwa penghuni tajuk pohon. Infrastruktur seperti ini penting karena orangutan sangat jarang turun ke tanah akibat risiko predator, aktivitas manusia, dan kendaraan.
Direktur Eksekutif Tangguh Hutan Khatulistiwa, Erwin Alamsyah Siregar, menyebut fragmentasi habitat menjadi salah satu tantangan terbesar dalam konservasi modern.
Menurut dia, pembangunan jalan tanpa mitigasi ekologis dapat memisahkan populasi satwa dan menghambat akses terhadap sumber makanan maupun pasangan berkembang biak.
“Kami berharap jembatan kanopi bisa menjadi fitur standar dalam perencanaan infrastruktur di kawasan hutan,” katanya.
Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), orangutan Sumatra masuk kategori critically endangered atau sangat terancam punah. Populasinya terus menurun akibat hilangnya habitat, fragmentasi hutan, dan perburuan ilegal.
Di alam liar, orangutan kini hanya ditemukan di Pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan. Khusus orangutan Sumatra, sebagian besar populasinya tersebar di kawasan hutan utara Sumatra dengan jumlah yang diperkirakan terus menyusut dalam beberapa dekade terakhir.
Jalan di Pakpak Bharat sendiri memiliki peran penting sebagai jalur ekonomi dan sosial bagi masyarakat pedalaman. Karena itu, pendekatan konservasi berbasis mitigasi seperti pembangunan jembatan kanopi dinilai menjadi solusi kompromi untuk menjaga konektivitas satwa tanpa menghambat kebutuhan transportasi warga. (*)
