PAD Batam Tumbuh 32% pada 2025
BATAM (sijori.id) – Kota Batam mencatat pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan sepanjang 2025, meningkat 32 persen dari Rp 1,78 triliun pada 2024 menjadi Rp 2,36 triliun. Lonjakan ini turut mendorong total pendapatan daerah mencapai Rp 4,29 triliun, naik Rp 331,24 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan PAD ini mencerminkan efektivitas kebijakan yang diterapkan pemerintah kota di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra dalam memperkuat ekonomi lokal, termasuk pengelolaan pajak, retribusi, dan aset daerah.
“Pencapaian positif ini tidak terlepas dari sinergi seluruh komponen daerah dalam mempercepat daya saing Batam sebagai kota madani yang inovatif,” kata Amsakar Achmad, Wali Kota Batam.
Dampak terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan PAD yang sehat juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Batam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen (y-on-y) pada 2025, naik dari 6,69 persen pada 2024. Tren ini menegaskan posisi Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepulauan Riau selama lima tahun terakhir.
Pengamat ekonomi regional, Dr. Endra Setiawan dari Universitas Maritim Raja Ali Haji, menilai, “Kenaikan PAD dan pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan adanya manajemen fiskal yang adaptif terhadap dinamika ekonomi global sekaligus mampu menjaga kepercayaan pelaku usaha lokal.”
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Kepercayaan pelaku usaha menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong stabilitas dan ekspansi ekonomi. Program akselerasi pembangunan yang diterapkan Amsakar – Li Claudia dinilai berhasil menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif, sekaligus menjaga daya saing Batam di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Dinamika ekonomi global dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi membutuhkan inovasi dari seluruh pihak. Masukan dan kritik konstruktif menjadi hal penting bagi kami untuk terus mempercepat akselerasi pembangunan,” pesan Amsakar. (*)
