Pajak 0% Mobil Baru, Ide Gila!

Minka - Sabtu, 17 Oktober 2020 06:29 WIB
ilustrasi undefined

JAKARTA (sijori.id) - Wacana pajak 0% untuk pembelian mobil baru diusulkan oleh Menperin Agus Gumiwang dan Gaikindo akhir Agustus 2020 lalu menjadi 'harapan palsu' bagi konsumen.

Padahal bila goal, skenario pajak 0% untuk menyelamatkan pasar mobil nasional dikemas dalam bentuk keringanan pajak BBNKB di daerah, hingga PPN dan PPn BM di kementerian keuangan.

Kementerian keuangan sudah menerima usulan itu pada September, tapi masih dikaji sampai kini, belum ada keputusan.

Bila pajak ini terealisasi memang akan ada dampak pada harga mobil baru bisa lebih murah 30-45%.

Namun, di tengah 'harap-harap' cemas ini, bagi sebagian pelaku otomotif ide pajak 0% memang keniscayaan tapi sulit diterapkan.

Mantan Presdir Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan yang juga wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang industri, ide pajak 0% memang berdampak pada sebagian konsumen untuk menunggu.

Dampaknya pada penjualan mobil. Johnny yang juga pemilik salah satu dealer ini mengakui soal kondisi di lapangan.

"Itu ide gila karena kalau pemerintah setuju, mobil bekas rusak, kredit pada berantakan karena harga mobil bekas drop," kata Johnnya dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (16/10).

Di lapangan diakui Johnny memang ada beberapa pembatalan surat pemesanan kendaraan (SPK) oleh konsumen gara-gara wacana pajak 0%.

Soal pembatalan SPK ini juga diakui oleh Sekjen Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Kukuh Kumara.

Kukuh mengatakan soal selisih yang besar antara wholesales dan ritel memang dipicu adanya harapan konsumen pajak 0% bakal terealisasi.

Sehingga tak sedikit konsumen malas ke dealer dan bahkan yang sudah ke dealer dan memesan SPK, sebagian memilih membatalkan SPK.

"Ada yang baru SPK, baru tahu ada wacana pajak 0%, akhirnya deal nggak diteruskan. Selain itu, traffic (kunjungan ke dealer) turun, menunda, nanti dulu deh. Ini dari laporan teman-teman pelaku di lapangan," kata Kukuh.

Kukuh menegaskan sebaiknya ketidakpastian ini harus segera diakhiri apapun caranya. Ia mengapresiasi dari upaya kementerian perindustrian (Kemenperin) yang sudah berani mengusulkan penghapusan pajak sampai 0% bagi mobil baru, artinya pemerintah peduli dengan industri.

"Kita harapkan segera ada kepastian apapun, waktunya hanya sedikit," katanya.

Ia mengakui ada kekhawatiran di kalangan dealer mobil di ujung tahun, biasanya stok makin menumpuk sebelum pergantian tahun.

Ada fenomena tahunan, konsumen menahan pembelian mobil baru di akhir tahun karena lebih memilih produksi terbaru di tahun depan.

"Ada dampak akhir tahun, orang nggak beli mobil lagi. Kita ngeri-ngeri sedap juga nih," katanya.

Bagikan

RELATED NEWS