Pasar Mobil Listrik Global Menguat
(sijori.id) - Penjualan kendaraan listrik berbasis plug-in (plug-in electric vehicle/PEV) global menunjukkan tren pemulihan pada Maret 2026. Total registrasi mencapai sekitar 1,7 juta unit atau tumbuh 5 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, terdapat perbedaan kinerja yang cukup kontras antara dua segmen utama, yakni battery electric vehicle (BEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
BEV mencatat pertumbuhan kuat sebesar 12 persen YoY dan kembali ke jalur ekspansi dua digit. Sebaliknya, PHEV justru mengalami kontraksi sebesar 8 persen YoY. Bahkan, ini menjadi pertama kalinya sejak era pandemi COVID-19 segmen PHEV mencatat kinerja negatif sepanjang satu kuartal penuh.
Secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/YTD), pasar PEV global masih turun tipis 2 persen. Penurunan ini sepenuhnya dipicu oleh melemahnya PHEV yang terkontraksi 10 persen, sementara BEV justru sudah mencatat pertumbuhan positif sebesar 2 persen.
Dari sisi pangsa pasar, dominasi BEV semakin terlihat. Pada Maret, BEV menyumbang sekitar 72 persen dari total penjualan PEV atau sekitar 1,25 juta unit—salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Secara YTD, komposisi pasar berada di level 69 persen untuk BEV dan 31 persen untuk PHEV.
Tren ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik murni semakin mendekati posisi dominan dalam ekosistem mobil listrik global. Dalam satu dekade terakhir, pangsa BEV memang bergerak di kisaran 50–70 persen, dan kini kembali mendekati batas atasnya.
BEV Kian Kompetitif
Secara teknologi, kesenjangan antara BEV dan kendaraan berbahan bakar fosil (internal combustion engine/ICE) semakin menyempit. Sejumlah produsen otomotif global telah menghadirkan BEV dengan jarak tempuh setara mobil konvensional.
Selain itu, inovasi pada teknologi pengisian daya juga berkembang pesat. Beberapa model terbaru bahkan mampu mengisi daya dalam waktu yang mendekati durasi pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.
Dengan demikian, tantangan utama industri kini bukan lagi pada aspek teknologi, melainkan pada skala produksi dan efisiensi biaya agar harga kendaraan semakin kompetitif di pasar massal.
Dampak Kebijakan Insentif
Meski mulai pulih, pasar kendaraan listrik global masih menghadapi tekanan di awal tahun. Salah satu faktor utama adalah berkurangnya insentif pemerintah di sejumlah pasar utama.
Penghentian insentif di Amerika Serikat pada Oktober tahun lalu serta pengurangan sebagian insentif di China pada akhir 2025 memberikan dampak signifikan. Kedua negara tersebut merupakan pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.
Namun, jika China dan Amerika Serikat dikeluarkan dari perhitungan, pasar global justru menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Pada Maret, penjualan kendaraan listrik di luar kedua negara tersebut melonjak 47 persen YoY, dengan BEV tumbuh lebih tinggi lagi sebesar 54 persen.
Secara YTD, tren juga serupa. Penurunan global sebesar 2 persen berubah menjadi pertumbuhan 43 persen jika tidak memasukkan kontribusi dua pasar utama tersebut.
Pasar Baru Jadi Motor Pertumbuhan
Sejumlah negara mencatat lonjakan signifikan dalam adopsi kendaraan listrik. Kroasia tumbuh 282 persen, Selandia Baru naik 263 persen, sementara India mencatat peningkatan dua kali lipat.
Malaysia bahkan mencatat pertumbuhan tiga kali lipat, dan Australia naik 89 persen pada Maret. Kawasan Amerika Latin juga menunjukkan tren ekspansi yang kuat.
Data ini menegaskan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik kini semakin merata secara global dan tidak lagi bergantung pada segelintir pasar besar.
Pangsa Pasar Terus Naik
Dari sisi pangsa pasar, BEV mencapai 19 persen pada Maret. Jika digabung dengan PHEV, total pangsa PEV mencapai 26 persen.
Secara kumulatif 2026, pangsa BEV berada di level 14 persen, sementara PHEV di 6 persen, sehingga total PEV mencapai 20 persen.
Sebagai perbandingan, pada 2025 pangsa BEV mencapai 17 persen dan total PEV sebesar 26 persen. Meski masih di bawah capaian tahun lalu, selisihnya semakin kecil dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Dengan tren ini, paruh kedua 2026 diperkirakan akan mencatat pertumbuhan lebih kuat. Pangsa BEV bahkan berpotensi menembus 20 persen pada akhir tahun.
Transformasi Satu Dekade
Jika melihat ke belakang, perkembangan kendaraan listrik tergolong sangat pesat. Lima tahun lalu, pada kuartal pertama 2021, pangsa PEV baru mencapai 6 persen, dengan BEV sekitar 4 persen.
Sepuluh tahun lalu, pada awal 2016, pangsa pasar kendaraan listrik bahkan masih di bawah 1 persen.
Kenaikan signifikan dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa transisi menuju elektrifikasi kendaraan bukan lagi sekadar tren, melainkan perubahan struktural dalam industri otomotif global.
