Pengusaha Batam Keberatan jika Harus Menanggung Biaya Isoman Karyawan

Pratiwi - Jumat, 23 Juli 2021 20:45 WIB

BI telah mengguyur pasar senilai Rp300 triliun untuk menjaga pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak awal tahun agar tidak terus tertekan. / Pixabay

undefined

BATAM (sijori.id) - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid mengatakan pelaku usaha tentu saja akan keberatan, jika harus menanggung biaya isoman karyawannya.

"Tentu saja, perusahaan akan keberatan jika diharuskan menanggung biaya isolasi mandiri yang seharusnya ditanggung oleh pemerintah," kata Rafki, Kamis (22/7).

Pernyataan itu mengomentari niat Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk melimpahkan tanggung jawab pembiayaan isolasi mandiri (isoman) kepada perusahaan.

Menurut Rafki, sejak awal Presiden menyampaikan bahwa seluruh biaya untuk masyarakat yang terpapar Covid-19 akan ditanggung oleh pemerintah.

"Jadi perlu hati hati kalau ingin menerapkan kebijakan ini dan dibicarakan terlebih dahulu dengan sebagian besar pelaku usaha terutama dengan perusahaan yang jumlah karyawannya banyak," jelasnya.

Apindo Batam sama sekai belum diajak bicara terkait hal ini. "

Tentunya tidak fair apabila pemerintah mewajibkan isolasi mandiri di tempat yang disediakan oleh pemerintah kemudian biayanya ditanggung pelaku usaha," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, jika anggaran pemerintah tidak mencukupi untuk menyediakan tempat isolasi mandiri maka lebih baik isoman dilakukan di rumah saja.

"Pemerintah melalui RT dan RW tinggal mengawasi rumah tempat Isoman dan kalau bisa pemerintah menyediakan obat obatan yang dibutuhkan seperti yang dilakukan di Jabodetabek," ucapnya.

Saat ini pelaku usaha sedang mengalami beban berat akibat Pandemi Covid-19. Ketika masih harus dibebani dengan biaya untuk karyawan yang Isoman tentunya akan semakin banyak perusahaan yang tumbang.

"Ketika perusahaan banyak yang tumbang maka pengangguran di Batam akan meledak. Ini tentunya tidak kita harapkan.

Jadi kita berharap Pemko Batam mempertimbangkan kembali rencana tersebut dan sebaiknya dibicarakan secara luas dengan para pelaku usaha di Batam," tuturnya.

Opini berbeda dilontarkan oleh Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng.

Menurut Tjaw, perusahaan di kawasan sudah lama membiayai karyawannya yang melakukan isoman. Biasanya isoman dilakukan di dormitori.

"Selama ini sudah berjalan. Biasanya perusahaan yang memiliki dormitori melakukan itu, untuk karyawannya yang terpapar Covid-19 gejala ringan," tuturnya.

Menurut Tjaw, saat ini yang harus dipikirkan solusinya, yakni bagaimana biaya isoman dari karyawan perusahaan yang tidak memiliki dormitori.

"Ini perlu dibicarakan secara detail. Maksud dari Walikota sebenarnya pengelola kawasan diminta sediakan tempat karantina, sehingga asrama haji bisa dijadikan tempat non karyawan perusahaan industri. Kalau di tempat kami, memang perusahaan yang menanggung biaya isoman karyawannya," tegasnya. (*

Tags covid 19Bagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌