Penyu Sisik Muncul di East Coast Park Saat Musim Bertelur
SINGAPURA (sijori.id) – Seekor penyu sisik (hawksbill turtle) yang berstatus kritis terancam punah (critically endangered) terlihat naik ke pantai East Coast Park, Singapura, pada 22 Juni 2026 di tengah berlangsungnya musim bertelur penyu laut.
Penyu betina tersebut pertama kali ditemukan secara tidak sengaja sekitar pukul 17.00 waktu setempat oleh petugas National Parks Board (NParks).
Hewan tersebut sempat mencoba sedikitnya empat kali menggali pasir untuk membuat sarang. Namun, upaya itu gagal dan penyu akhirnya kembali ke laut tanpa mengeluarkan telur.
Dipasangi Penanda untuk Memudahkan Pemantauan
Sebelum penyu kembali ke laut, tim dari National Biodiversity Centre milik NParks memasang penanda identifikasi (tag) pada kedua siripnya.
Direktur Kelompok National Biodiversity Centre, Karenne Tun, mengatakan penanda tersebut akan membantu peneliti mengenali individu yang sama apabila kembali mendarat di pantai Singapura pada musim bertelur berikutnya.
Selama proses pemasangan penanda, mata penyu ditutup menggunakan kain untuk mengurangi stres dan meminimalkan gangguan terhadap satwa tersebut.
Penyu ini merupakan penampakan kelima yang tercatat selama musim bertelur 2026.
Sampel DNA Diambil untuk Penelitian
Selain pemasangan penanda, peneliti dari Nanyang Technological University (NTU), Lyndsey Tanabe, mengambil sampel jaringan berukuran sangat kecil dari tubuh penyu menggunakan metode noninvasif.
Sampel tersebut akan digunakan untuk analisis genetik guna memahami kondisi kesehatan populasi penyu laut serta dampak perubahan iklim terhadap spesies tersebut.
Tanabe juga membersihkan teritip (barnacle) yang menempel pada tempurung penyu.
Menurutnya, keberadaan teritip dalam jumlah banyak dapat menjadi indikasi bahwa penyu sedang mengalami gangguan kesehatan atau cedera. Membersihkan organisme tersebut juga membantu mengurangi hambatan saat penyu berenang.
Sekitar pukul 18.55 waktu setempat, penyu kembali berenang menuju perairan lepas di sekitar East Coast Park.
East Coast Park Jadi Lokasi Favorit Penyu Bertelur
East Coast Park merupakan salah satu lokasi utama penyu sisik mendarat untuk bertelur di Singapura.
Sebelumnya, penampakan pertama musim bertelur 2026 juga terjadi di kawasan yang sama pada 3 Juni. Namun, penyu saat itu juga tidak berhasil bertelur.
Hingga 25 Juni 2026, NParks mencatat empat sarang penyu telah ditemukan selama musim bertelur tahun ini.
Data Penting untuk Konservasi
Data yang dikumpulkan dari penyu-penyu yang mendarat di Singapura akan membantu ilmuwan memahami pola hidup, kesehatan, hingga pergerakan penyu sisik.
Spesies ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang dengan mengendalikan pertumbuhan spons laut sehingga memberi ruang bagi karang untuk berkembang.
Namun, populasi penyu sisik terus menghadapi berbagai ancaman, seperti reklamasi pantai, hilangnya habitat, perdagangan satwa liar ilegal, serta perubahan iklim.
Program Penetasan di Sisters' Islands Marine Park
Penyu sisik merupakan satu dari dua spesies penyu laut yang tercatat di Singapura. Spesies lainnya adalah penyu hijau (green turtle) yang sering terlihat di perairan sekitar, tetapi belum pernah tercatat bertelur di negara tersebut.
Karena penyu betina umumnya kembali ke pantai tempat mereka menetas, NParks secara rutin memindahkan sarang yang berada di lokasi berisiko ke fasilitas penetasan di Sisters' Islands Marine Park.
Pusat penetasan yang dibangun pada 2018 itu bertujuan meningkatkan peluang hidup tukik di kawasan yang terlindungi dari aktivitas manusia dan polusi cahaya.
Meski demikian, tingkat kelangsungan hidup penyu tetap sangat rendah. Diperkirakan hanya satu dari setiap 1.000 tukik yang berhasil bertahan hingga dewasa.
