Pesawat Mendarat, Penumpang Tak Bisa Langsung Turun, Mengapa Why?

Pratiwi - Rabu, 15 April 2026 13:30 WIB
null

(sijori.id) – Banyak penumpang bertanya-tanya mengapa mereka tidak bisa langsung turun begitu pesawat mendarat. Dari sisi keselamatan dan operasional, ada sejumlah prosedur ketat yang harus dipenuhi sebelum pintu kabin dibuka.

Kecepatan Masih Tinggi Saat Mendarat
Saat roda pertama kali menyentuh landasan, pesawat masih melaju dengan kecepatan tinggi—umumnya di atas 200 kilometer per jam. Dalam kondisi ini, jelas tidak mungkin membuka pintu kabin.

Pilot masih harus melakukan proses deselerasi menggunakan sistem pengereman, spoiler, dan thrust reverser hingga pesawat melambat dan keluar dari runway menuju jalur taksi (taxiway).

Risiko Mesin Jet Masih Aktif
Meski sudah melambat, pesawat belum sepenuhnya aman untuk diturunkan penumpangnya. Mesin jet masih menyala dan menghasilkan dua potensi bahaya utama:

  • Suction (hisapan) di bagian depan mesin
  • Jet blast (hembusan panas) di bagian belakang


Menurut standar keselamatan dari International Civil Aviation Organization (ICAO), area di sekitar mesin pesawat harus steril karena risiko benda atau manusia tersedot ke dalam mesin tetap ada, bahkan saat mesin berada pada daya minimum (idle).

Pesawat Butuh Dukungan dari Darat
Setelah pesawat berhenti di apron, mesin biasanya dimatikan. Namun, di titik ini pesawat belum sepenuhnya siap menerima penumpang turun.

Tanpa mesin, sistem kelistrikan dan pendingin kabin tidak bekerja optimal. Oleh karena itu, petugas darat harus segera menghubungkan:

  • Ground Power Unit (GPU) untuk suplai listrik
  • Air Conditioning Unit (ACU) untuk menjaga suhu kabin tetap nyaman


Proses ini penting, terutama di bandara dengan suhu tinggi, agar penumpang tidak mengalami ketidaknyamanan saat menunggu.

Menunggu Garbarata atau Tangga
Selain itu, pintu pesawat tidak bisa dibuka sembarangan sebelum fasilitas turun penumpang siap. Di bandara besar, petugas harus memastikan garbarata (jet bridge) terpasang dengan presisi ke pintu pesawat.

Kesalahan sedikit saja dalam pemasangan bisa berisiko terhadap keselamatan penumpang maupun kru.

Prosedur Standar Keselamatan
Maskapai global menerapkan prosedur ini secara ketat sebagai bagian dari standar keselamatan penerbangan internasional.

Secara umum, pintu kabin baru dibuka setelah:

  • Mesin pesawat dimatikan
  • Area sekitar pesawat dinyatakan aman
  • Sumber listrik dan pendingin eksternal terhubung
  • Garbarata atau tangga sudah terpasang


Menunggu beberapa menit setelah pesawat mendarat bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian penting dari sistem keselamatan penerbangan. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan penumpang dapat turun dengan aman, nyaman, dan tanpa risiko. (*)

RELATED NEWS